Harga CPO Melesat Seiring Kenaikan Minyak Nabati
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup melesat pada Rabu (16/7/2025). Penguatan ini seiring kenaikan harga minyak nabati di bursa China dan pelemahan nilai tukar Ringgit Malaysia.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (16/6/2025), kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2025 melesat 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.158 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO September 2025 terkerek 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.198 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Oktober 2025 meningkat 61 Ringgit Malaysia di 4.224 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO November 2025 naik 67 Ringgit Malaysia di 4.233 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Desember 2025 terkerek 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.233 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Januari 2026 menguat 67 Ringgit Malaysia menjadi 4.232 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, analis perdagangan minyak sawit, David Ng, menjelaskan bahwa pasar CPO bergerak positif seiring menguatnya harga minyak kedelai dan palm olein di Bursa Komoditas Dalian (Dalian Commodity Exchange/DCE) China. Sentimen tersebut turut mendorong harga di kompleks minyak nabati secara keseluruhan.
"Ketika harga minyak kedelai atau palm olein naik, pembeli bisa beralih ke minyak sawit karena harganya yang lebih kompetitif dan ketersediaannya yang stabil. Ini mendorong permintaan dan menekan harga naik," ujar David Ng.
Pelemahan Ringgit Malaysia
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






