Jumat, 15 Mei 2026

ADRO Mengarah ke Titik Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jul 2025 | 13:23 WIB
BAGIKAN
Panel surya. (Foto: istimewa via Alamtri Resources Indonesia/ADRO)
Panel surya. (Foto: istimewa via Alamtri Resources Indonesia/ADRO)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berpotensi melanjutkan penguatan hingga beberapa hari ke depan, menurut BRI Danareksa Sekuritas. Broker efek ternama itu mengungkapkan analisisnya guna memaksimalkan cuan saham ADRO.

BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya, Rabu (23/7/2025), merekomendasikan buy saham ADRO dengan target harga Rp 2.100-2.170 (swing trade). Swing trade berarti dalam hitungan beberapa hari ke depan. Sebab itu, pemodal bisa memanfaatkan ayunan harga saham ADRO.

Secara teknikal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, harga dan volume perdagangan saham ADRO mampu menguat secara signifikan, bahkan menembus resistance (batas atas) di level Rp 1.915.

ADVERTISEMENT

“Harga ADRO membentuk pola cup and handle yang mempunyai potensi untuk melanjutkan penguatan ke level Rp 2.100-2.170,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Namun, jika harga berbalik turun ke bawah Rp 1.900, pemodal bisa melakukan stop loss untuk membatasi risiko.

Hingga akhir sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2025), saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menguat 1,7% ke level Rp 2.000. Harga saham ADRO telah naik 8,7% dalam sepekan terakhir. Sebulan, ADRO melonjak 11,1%. Namun, secara year to date (ytd), ADRO terpangkas 17,7%.

Harga Wajar ADRO 

Alamtri Resources Indonesia (ADRO) secara fundamental memiliki fondasi keuangan yang kuat, tapi kinerja melemah. ADRO membukukan pendapatan operasional sebesar US$ 381,6 juta pada kuartal I-2025 atau turun 22% yoy dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar US$ 491,3 juta.

Laba operasional juga turun tajam 52% yoy menjadi US$ 76,5 juta. Laba bersih turun drastis 79% menjadi US$ 87,3 juta dari US$ 426,1 juta.

Dalam hal neraca keuangan, liabilitas ADRO turun menjadi US$ 1,2 miliar dari US$ 1,3 miliar. Ekuitas meningkat menjadi US$ 5,3 miliar dari US$ 5,2 miliar, meskipun sedikit turun dibandingkan akhir tahun lalu. Total aset turun menjadi US$ 6,4 miliar dari US$ 6,7 miliar.

Sedangkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dan terhadap aset (DAR) menunjukkan perbaikan struktur permodalan. DER ADRO mencapai 0,23 kali dan DAR sebesar 0,19 kali.

“Rasio cakupan bunga (ICR) meningkat menjadi 14,01 kali dari 10,51 kali, menunjukkan kemampuan pembayaran bunga yang lebih baik,” tulis analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas dalam risetnya.

Sukarno menilai, struktur keuangan ADRO tetap solid, dengan penurunan utang dan peningkatan rasio likuiditas. Namun, pendapatan dan laba ADRO yang turun tajam pada kuartal I-2025 memberikan tekanan pada margin dan profitabilitas.

Kiwoom Sekuritas memperkirakan nilai wajar ADRO dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 2.020 per saham. Perkiraan harga wajar tersebut mencerminkan rasio P/E sebesar 12,25 kali dan PBV sebesar 0,79 kali.

Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO. Risiko utamanya jika bisnis batu bara metalurgi dan termal tertekan oleh transisi energi dan regulasi, sementara energi terbarukan menghadapi tantangan biaya tinggi dan ketergantungan pada insentif pemerintah.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia