Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 23 Juli 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat lagi pada Rabu (23/7/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan perdagangan yang luas dengan Jepang, termasuk tarif 15% untuk semua barang impor Jepang, turun dari usulan sebelumnya sebesar 25%.
Rupiah hari ini ditutup menguat lagi sebesar 16,5 poin (0,1%) ke level Rp 16.303. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,01% menjadi 97,39. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat 3,5 poin (0,02%) ke level Rp 16.319,5 pada Selasa (22/7/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, AS mengamankan investasi besar-besaran dari Jepang senilai $550 miliar dalam perekonomian AS melalui kesepakatan tersebut. Perjanjian ini membuka pasar Jepang untuk ekspor AS, termasuk otomotif, produk pertanian, dan produk energi.
Surat kabar Mainichi melaporkan bahwa Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berencana untuk secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir Agustus.
“Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kritik internal setelah koalisi yang berkuasa, Partai Demokrat Liberal, mengalami kekalahan dalam pemilihan majelis tinggi akhir pekan lalu,” ungkap Ibrahim, Rabu (23/7/2025).
Kemudian, Ibrahim menyebut, perundingan dagang antara Uni Eropa dan AS tampaknya terhenti, menyusul potensi penerapan tarif 30% oleh Gedung Putih atas barang-barang Uni Eropa. Sementara Uni Eropa sedang mempersiapkan paket pembalasan jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu 1 Agustus.
Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran baru tentang independensi The Fed yang menambah keresahan pasar. Independensi The Fed dari pengaruh politik merupakan pilar utama kredibilitas bank sentral. “Ketika independensi tersebut dipertanyakan, investor khawatir bahwa kebijakan moneter dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor selain pertimbangan yang berbasis data, yang melemahkan kepercayaan terhadap Dolar AS,” jelas Ibrahim.
Sentimen Internal
Sedangkan senitmen internal, Ibrahim menyebut, hasil Survei Perbankan Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2025 lebih lambat secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan kuartal II-2024. Akan tetapi diperkirakan masih akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru kuartal II-2025 sebesar 85,22%, lebih rendah dari SBT 89,11% pada kuartal II-2024,” tegasnya.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit baru terindikasi bersumber dari kredit modal kerja (SBT 88,34%), kredit investasi (SBT 77,54%), kredit konsumsi (SBT 57,76%). SBT seluruh segmen kredit tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II-2024. SBT kredit konsumsi pada kuartal II-2025 lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya utamanya disebabkan oleh segmen kendaraan bermotor, multiguna, dan kredit tanpa agunan.
“Untuk perdagangan Kamis (23/7/2025), mata uang rupiah fluktuatif. Namun, rupiah ditutup menguat direntang Rp 16.250 – 16.300,” tutup Ibrahim.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






