TOBA Masih Bullish, Masuk Sekarang Bisa Cuan Segini
JAKARTA, Investor.id – Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) masih bullish, kendati sempat terkoreksi tajam dari Rp 1.130 ke level Rp 1.000-an. Analis masih memberikan rekomendasi positif saham ini dengan target harga lumayan tinggi.
Berdasarkan riset UOB Kay Hian Sekuritas, perseroan sedang melakukan tranformasi usaha, lantaran umur produksi batu bara tinggal 2-3 tahun lagi. Perseroan sedang melakukan transisi dari bisnis batu bara (coal) ke bisnis non-batu bara yang berkelanjutan, seperti waste management, energi terbarukan, minyak sawit mentah (CPO) dan baterai EV.
“Ke depan, perseroan menargetkan kontribusi bisnis non-coal dan coal masing-masing 50% vs saat ini saat ini 33% dan 72%,” tulis UOB Kay Hian dalam riset, dikutip Rabu (23/7/2025).
Upaya transformasi yang dilakukan perseoran adalah melepas dua asset PLTU dengan total kapasitas 200 MW senilai US$ 144,8 juta dan membeli 100% saham Sembcorp Environtment Pte Ltd senilai US$ 405 juta pada 18 Maret 2025.
Sembcorp, tulis OUB Kay Hian, bergerak di bidang usaha pengelolaan limbah (medical waste) dan solusi lingkungan di Singapura. Perseroan juga berekspansi ke bisnis renewable energy project, seperti IPP mini hidro, solar panel plant, dan waste to energy.
Pada kuartal I-2025, pendapatan perseroan turun 42,5% menjadi US$ 71,5 dari kuartal sebelumnya US$ 124,3 juta. Penurunan ini karena turunnya penjualan batu bara sebesar 54% menjadi US$ 47,9 juta. Perseroan membukukan one-off loss pada kuartal I-2025 sebagai akibat menjual PLTU batu bara yang menyebakan rugi bersih US$ 60,1 juta vs laba bersih kuartal sebelumnya US$ 16,4 juta.
Akan tetapi, UOB Kay Hian memprediksi kinerja perseroan tahun depan diperkirakan lebih baik, seiring selesainya Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 45 MW pada kuartal IV-2025 dan penambahan satu generator untuk pengolahan limbah di Singapura pada awal tahun depan.
Di sisi lain, debt to equity ratio TOBA tinggi, sebesar 1,9 kali. Namun, perseroan per kuartal I-2025 memiliki kas dan setara kas yang cukup besar, US$ 111 juta, sehingga struktur keuangan berpeluang membaik, seiring dengan membaiknya laba tahun depan.
Analis Teknikal dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






