Jumat, 15 Mei 2026

TOBA Masih Bullish, Masuk Sekarang Bisa Cuan Segini  

Penulis : Harso Kurniawan
23 Jul 2025 | 22:49 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) masih bullish, kendati sempat terkoreksi tajam dari Rp 1.130 ke level Rp 1.000-an. Analis masih memberikan rekomendasi positif saham ini dengan target harga lumayan tinggi.

Berdasarkan riset UOB Kay Hian Sekuritas, perseroan sedang melakukan tranformasi usaha, lantaran umur produksi batu bara tinggal 2-3 tahun lagi. Perseroan sedang melakukan transisi dari bisnis batu bara (coal) ke bisnis non-batu bara yang berkelanjutan, seperti waste management, energi terbarukan, minyak sawit mentah (CPO) dan baterai EV.

“Ke depan, perseroan menargetkan kontribusi bisnis non-coal dan coal masing-masing 50% vs saat ini saat ini 33% dan 72%,” tulis UOB Kay Hian dalam riset, dikutip Rabu (23/7/2025).

ADVERTISEMENT

Upaya transformasi yang dilakukan perseoran adalah melepas dua asset PLTU dengan total kapasitas 200 MW senilai US$ 144,8 juta dan membeli 100% saham Sembcorp Environtment Pte Ltd senilai US$ 405 juta pada 18 Maret 2025.

Sembcorp, tulis OUB Kay Hian, bergerak di bidang usaha pengelolaan limbah (medical waste) dan solusi lingkungan di Singapura. Perseroan juga berekspansi ke bisnis renewable energy project, seperti IPP mini hidro, solar panel plant, dan waste to energy.  

Pada kuartal I-2025, pendapatan perseroan turun 42,5% menjadi US$ 71,5 dari kuartal sebelumnya US$ 124,3 juta. Penurunan ini karena turunnya penjualan batu bara sebesar 54% menjadi US$ 47,9 juta. Perseroan membukukan one-off loss pada kuartal I-2025 sebagai akibat menjual PLTU batu bara yang menyebakan rugi bersih US$ 60,1 juta vs laba bersih kuartal sebelumnya US$ 16,4 juta.

Akan tetapi, UOB Kay Hian memprediksi kinerja perseroan tahun depan diperkirakan lebih baik, seiring selesainya Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 45 MW pada kuartal IV-2025 dan penambahan satu generator untuk pengolahan limbah di Singapura pada awal tahun depan.

Di sisi lain, debt to equity ratio TOBA tinggi, sebesar 1,9 kali. Namun, perseroan per kuartal I-2025 memiliki kas dan setara kas yang cukup besar, US$ 111 juta, sehingga struktur keuangan berpeluang membaik, seiring dengan membaiknya laba tahun depan.

Analis Teknikal dan Target Harga

Sementara itu, secara teknikal, UOB Kay Hian mencatat, saham TOBA membentuk candlestick bullish panjang. Namun, sejumlah indikator berada di zona jenuh beli, sehingga sebaiknya melakukan aksi buy on weakness di rentang harga Rp 1.050-Rp1.080, dengan target keuntungan Rp 1.350.

Saat ini, saham TOBA ditransaksikan dengan EV/EBITDA 2025 15,6 kali. Valuasi ini berpeluang turun jika PLTS dan generator baru beroperasi.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia