Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 24 Juli 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup positif lagi pada Kamis (24/7/2025). Penguatan tersebut ditopang pasar merespons positif kesepakatan dagang AS dengan mitra dagangnya.
Rupiah hari ini ditutup positif lagi sebesar 8 poin (0,05%) ke level Rp 16.295. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,07% menjadi 97,28. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat sebesar 16,5 poin (0,1%) ke level Rp 16.303 pada Rabu (23/7/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar memantau perkembangan perundingan perdagangan AS-Uni Eropa, menyusul kesepakatan tarif Presiden Donald Trump dengan Jepang. Perjanjian tersebut menurunkan bea masuk impor otomotif dan membebaskan Tokyo dari pungutan baru. "Dengan imbalan paket investasi dan pinjaman senilai US$ 550 miliar yang ditujukan ke AS," ungkap Ibrahim, Kamis (24/7/2025). .
Dua diplomat Eropa mengatakan pada hari Rabu bahwa Uni Eropa dan AS sedang bergerak menuju kesepakatan perdagangan yang dapat mencakup tarif dasar AS sebesar 15% untuk barang-barang Uni Eropa dan kemungkinan pengecualian, yang berpotensi membuka jalan bagi perjanjian perdagangan besar lainnya.
Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai kesepakatan perdagangan yang luas yang mencakup tarif 15% untuk semua barang impor Jepang, turun dari usulan sebelumnya sebesar 25%.
Sebagai imbalannya, AS mendapatkan investasi besar-besaran dari Jepang senilai $550 miliar dalam perekonomian AS. Sehari sebelumnya, laporan media lokal menyatakan bahwa Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berencana untuk segera mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi.
Menurut Ibrahim, fokus pasar hari ini adalah data Klaim Pengangguran Awal mingguan dan rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) dari AS, Zona Euro, dan Inggris, dengan investor mencermati tanda-tanda ketahanan atau pelemahan ekonomi global. "Data ini akan memberikan wawasan baru tentang aktivitas manufaktur dan jasa untuk bulan Juli, dan dapat memengaruhi tentang ekspektasi kebijakan suku bunga," papar Ibrahim.
Sentimen Internal
Sedangkan sentimen internal, Ibrahim menyebutkan, ekonom menilai belanja jumbo yang pemerintah rancang dalam APBN 2026 belum tentu mampu mengerek pertumbuhan ekonomi sesuai harapan, yakni di rentang 5,2% hingga 5,8%. "Anggaran belanja pemerintah yang terus bertambah dan diprediksikan mencapai Rp3.820 triliun, tentu memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Utamanya jika difokuskan pada sektor-sektor strategis," tambah Ibrahim.
Sama seperti tahun ini, dengan anggaran belanja yang mencapai Rp3.621,3 triliun dan sangat ambisius, realisasinya justru lambat karena proses perencanaan yang tidak cukup matang. Bahkan Kementerian dan lembaga (K/L) sering kali belum siap secara teknis dan administratif untuk langsung mengeksekusi anggaran di awal tahun.
"Hal ini menyebabkan penyerapan anggaran baru mulai menggeliat di kuartal III-2025, padahal untuk mendorong pertumbuhan, stimulus fiskal seharusnya dilakukan secara merata sepanjang tahun. Belum lagi, kebijakan automatic adjustment alias blokir anggaran yang kerap diterapkan ketika penerimaan negara tidak sesuai target," jelas Ibrahim..
Ketika penerimaan tertekan, belanja K/L bisa terkena refocusing atau pemangkasan secara mendadak. Dalam situasi seperti ini, belanja yang semula dirancang sebagai pendorong pertumbuhan bisa kehilangan efektivitasnya karena proyek-proyek penting terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan.
"Sedangkan untuk perdagangan Jumat (24/7/2025), mata uang rupiah fluktuatif. Namun, Rupiah ditutup menguat direntang Rp 16.240 - 16.300," tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






