Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emas Bisa Mengganas setelah Lolos FCA, Potensi Cuan 72%

Penulis : Harso Kurniawan
28 Jul 2025 | 15:35 WIB
BAGIKAN
Karyawan tengah memantau pasar di dealing room BNI. (Investor Daily/David Gita Roza)
Karyawan tengah memantau pasar di dealing room BNI. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) diprediksi mencetak lonjakan laba bersih 800% pada 2025 menjadi US$ 90 juta dari 2024, ditopang kenaikan produksi dan harga emas. Ini akan menjadi katalis positif saham ARCI yang diganjar target harga tinggi.

Berdasarkan riset UOB Kay Hian, ARCI mencetak kinerja kuat pada kuartal I-2025 dan menyamai torehan sepanjang 2024. Ini didorong oleh kenaikan produksi di tambang Marawuwung yang punya kadar emas 1-1,5 gram per ton.

Pada saat yang sama, harga emas naik 80% menjadi US$ 3.350 per oz pada Juni 2025 dibandingkan awal 2021. Seiring dengan itu, ARCI menargetkan produksi emas melejit 50% pada kuartal II tahun ini, didorong oleh penggarapan tambang Araren Stage 7 yang punya kadar emas tinggi, 2-3 gram per ton.

ADVERTISEMENT

Alhasil, tulis OUB Kay Hian, produksi emas ARCI diprediksi mencapai target, 115-120 ribu oz vs 2024 yang hanya 97 ribu oz. Broker ini memprediksi CAGR produksi ARCI mencapai 10,2% selama 2024-2028 menjadi 143.300 oz.

“Ekspansi dan penambangan tambang lebih dalam memang bisa menaikkan biaya produksi. Tetapi, ini bisa ditutup oleh lonjakan harga emas,” tulis UOB Kay Hian, dikutip Senin (28/7/2025).

Broker ini mencatat, tambang Marawuwung mulai berkontribusi ke produksi pada 2024, sedangkan Araren Stage 8 ditargetkan mulai pada 2026 dan kemunginan berlanjut sampai Stage 9. Lalu, pada 2027, deposit Kopra akan mulai diproduksi menggunakan penambangan bawah tanah, membuka jalan bagi kenaikan produksi.

Cadangan emas ARCI saat ini mencapai 3,2 juta on, berdasarkan JORC Desember 2020. Saat itu, harga emas hanya US$ 1.800 per oz, 40% di bawah harga saat ini.

Saat ini, demikian UOB Kay Hian, ada tiga contributor produksi ARCI, yakni Toka, Araten, dan Marawuwung. Eksplorasi lanjutan di tiga tambang itu serta update JORC pada akhir 2025 akan membuka nilai ARCI secara signifikan.

“Dalam janka panjang, ARCI menargetkan memulai produksi tambang Western Corridor, terutama Talawanan, yang punya cadangan 1 juta oz, yang bakal menopang pertumbuhan berkelanjutan,” tulis UOB Kay Hian.

Rekomendasi dan Target Harga

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia