Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Boy Thohir Disebut Bakal Tembus Rp 8.000

Penulis : M. Ghafur Fadillah
30 Jul 2025 | 07:27 WIB
BAGIKAN
Boy Thohir. Ist
Boy Thohir. Ist

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi masuk dalam indeks LQ45 untuk periode Agustus-Oktober 2025. Keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memicu optimisme pasar terhadap prospek saham AADI, yang dinilai memiliki valuasi menarik dan struktur keuangan solid.

Sejumlah analis memproyeksikan harga saham emiten Boy Thohir AADI bisa menembus Rp 8.000 dalam waktu dekat. Namun, muncul pula pertanyaan baru, apakah AADI berpeluang masuk ke indeks global sekelas MSCI?

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan, masuknya AADI ke LQ45 memang berdampak positif terhadap likuiditas dan visibilitas saham. Namun, menurut dia, katalis utama penguatan harga justru berasal dari valuasi yang masih murah.

ADVERTISEMENT

 “Target harga AADI berada di kisaran Rp 8.100. Saat ini valuasi price to earnings ratio (P/E) AADI masih di bawah 5 kali, yang artinya saham ini belum mencerminkan kekuatan fundamental sebenarnya,” ujar Wafi kepada Investor Daily, Selasa (29/7/2025).

Ia menambahkan, saham AADI dalam beberapa pekan terakhir bergerak sideways, namun tren tersebut bisa berbalik jika volume transaksi meningkat seiring efek dari masuknya ke indeks LQ45.

Sementara itu, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas Rizal Rafly juga melihat sentimen masuknya AADI ke LQ45 akan menjadi katalis jangka pendek yang mendongkrak permintaan dari investor institusi, khususnya pengelola dana indeks.

Ia mencatat bahwa saat ini AADI diperdagangkan di level Rp 7.025, dan secara teknikal memiliki resistance kuat di kisaran Rp 7.300. “Jika resistance ini berhasil ditembus, maka AADI berpeluang menguji level-level teknikal berikutnya. Selain itu, potensi pembagian dividen yang tetap menarik juga menjadi daya tarik tersendiri di tengah tren harga batu bara yang masih tertekan,” ujar Rizal.

Peluang MSCI

Dari sisi fundamental, AADI tetap menunjukkan kinerja yang cukup tangguh. Pada kuartal I-2025, laba bersih perusahaan tercatat turun 29,2% secara tahunan (yoy), akibat penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara. Meski demikian, AADI mampu mempertahankan pertumbuhan volume penjualan sebesar 3% yoy menjadi 16,4 juta ton. Di saat yang sama, perusahaan berhasil menekan biaya tunai (cash cost) sebesar 13% menjadi hanya US$ 49,6 per ton.

“Kondisi keuangan AADI sangat solid, dengan posisi kas mencapai US$ 1,519 miliar dan tanpa utang jangka pendek. Ini mencerminkan efisiensi operasional yang kuat dan struktur modal yang konservatif,” kata Rizal.

Meski saat ini menjadi salah satu emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), peluang AADI untuk masuk ke indeks MSCI masih terbatas. Berdasarkan data yang dihimpun Ajaib Sekuritas, kapitalisasi pasar AADI saat ini mencapai sekitar Rp 54,3 triliun (setara US$ 3,3 miliar), dengan porsi saham publik (free float) sebesar 21,83%.

Namun, kapitalisasi pasar free float yang disesuaikan (free-float adjusted market cap) baru mencapai sekitar US$ 727 juta, jauh di bawah ambang batas minimum MSCI yang berkisar antara US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar.

"Jadi, meskipun AADI sudah masuk LQ45 dan memiliki kinerja operasional baik, untuk masuk ke MSCI belum cukup. Dibutuhkan peningkatan free float dan rata-rata nilai transaksi harian yang lebih tinggi untuk memenuhi kriteria MSCI,” jelas Rizal.

Selain itu, tantangan ESG (environmental, social, and governance) juga menjadi faktor penentu. AADI sebagai perusahaan batu bara menghadapi kesulitan dalam aspek keberlanjutan. Saat ini, AADI mengantongi rating ESG “BB” dari MSCI, yang tergolong moderat, namun masih belum cukup kuat untuk menarik perhatian pengelola dana global yang berbasis ESG.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 56 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 58 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia