PGEO Kantongi Izin Eksplorasi “Harta Karun” di Lampung
JAKARTA, invesor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan segera memulai pengeboran sumur eksplorasi pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ulubelu, Gunung Tiga, Lampung. Proyek ini menjadi salah satu bagian dari upaya percepatan transisi energi bersih yang didukung penuh oleh pemerintah, khususnya dalam hal percepatan perizinan.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi menyampaikan, proses eksplorasi akan dimulai dalam waktu dekat karena seluruh perizinan yang diperlukan berhasil diperoleh.
“Alhamdulillah, hari ini dengan support penuh dari pemerintah dan kementerian terkait, proses perizinan bisa dipercepat. Jadi, proyek eksplorasi di Gunung Tiga akan segera dilakukan pengeborannya,” ujar Edwil dalam acara Energi Mineral Festival 2025 yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, setelah melakukan melakukan studi kelayakan akan dituntaskan dalam dua tahun, PGEO kini menargetkan waktu eksplorasi yang lebih efisien.
“Secara geologis, kami meyakini potensi geotermal di wilayah tersebut karena berada di ring of fire. Tapi kami harus memastikan berapa besar cadangan yang benar-benar ada di sana,” jelasnya.
Selain verifikasi cadangan, dalam eksplorasi tersebut PGEO juga tengah mengkaji aspek keekonomian dari proyek tersebut. perusahaan dapat segera masuk ke tahap pengembangan dan mengambil keputusan investasi atau Financial Investment Decision (FID) pada tahun ketiga.
Baca Juga:
PGEO Punya Update IniTerkait rencana teknis, Edwil menyampaikan bahwa eksplorasi awal akan dilakukan dengan pengeboran minimal tiga sumur dua sumur untuk produksi dan satu sumur injeksi. Sumur injeksi dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan siklus energi panas bumi.
“Karena geothermal adalah green energy. Apa pun yang kita ambil dari dalam tanah akan kita kembalikan ke dalam tanah lagi. Jadi prosesnya bersifat loop cycle, tidak ada yang keluar ke permukaan secara permanen,” jelasnya.
Setelah pengeboran dilakukan, PGEO akan menjalankan serangkaian uji produksi atau long term test selama 1–2 bulan untuk melihat kestabilan dan daya produksi sumur. “Tes produksi ini akan menunjukkan seberapa besar kapasitas sumur, berapa megawatt yang bisa dihasilkan, dan seberapa lama produktivitas itu bisa bertahan,” paparnya.
Hasil dari tes tersebut akan menghasilkan data temperatur, tekanan (pressure), dan litologi batuan yang kemudian akan dianalisis menggunakan teknologi machine learning atau simulasi reservoir. Analisis ini akan menentukan potensi energi panas bumi dan kebutuhan jumlah sumur yang harus dibor untuk menghasilkan kapasitas pembangkit sesuai target.
“Dari data itulah kita akan bisa menghitung kapasitas dan merancang pengembangan PLTP secara optimal,” tandas Edwil.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






