Kamis, 14 Mei 2026

Laba Emiten Ini Melonjak 108%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Jul 2025 | 08:21 WIB
BAGIKAN
PT Teladan Prima Agro Tbk. Foto: Perseroan
PT Teladan Prima Agro Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - Emiten sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatat laba bersih sebesar Rp 561,28 miliar pada semester I-2025, tumbuh lebih dari dua kali lipat atau setara 108,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO) serta tingginya harga jual rata-rata CPO, CPKO dan palm kernel (PK).

Adapun untuk kinerja keuangan lainnya, TLDN membukukan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 885,15 miliar tumbuh 70,0% year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

TLDN juga merealisasikan pendapatan sebesar Rp 2,55 triliun, tumbuh 36,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,87 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan CPO sebesar Rp 2,22 triliun, diikuti oleh PK sebesar Rp 197,30 miliar, CPKO sebesar Rp 124,03 miliar, dan lainnya sebesar Rp 6,32 miliar.

Penjualan CPO meningkat 28,2% dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh pertumbuhan volume sebesar 4,3% dan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 22,9%. Volume penjualan CPKO mencapai 5.015 ton dengan harga jual rata-rata Rp 24.735 per kg, melonjak masing-masing 897,8% dan 67,5% secara tahunan. Adapun harga jual rata-rata PK juga naik signifikan, sebesar 105% yoy menjadi Rp 11.199 per kg.

Positif Hingga Akhir Tahun

“Kami yakin bahwa kinerja keuangan perusahaan akan terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2025. Hal ini cukup realistis karena kinerja laba bersih pada Januari-Juni 2025 sudah setara 68% dari total realisasi laba bersih keseluruhan tahun lalu. Selain itu, tren kenaikan harga CPO masih berlanjut sampai dengan periode awal semester II/2025 saat ini,” ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana dalam keterangan resmi dikutip Kamis (31/7/2025).

Di sisi lain, kinerja operasional TLDN juga mencatatkan hasil yang positif. Jumlah tandan buah segar (TBS) yang diolah pada Semester I/2025 mencapai 701.349 ton, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 668.251 ton. Peningkatan ini berasal dari pertumbuhan produksi di kebun inti, kebun plasma, dan meningkatnya pasokan dari pihak ketiga.

“Kenaikan produksi kebun inti dan plasma merupakan hasil konsistensi penerapan praktik terbaik di perkebunan, termasuk dalam hal pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun,” tambah Wishnu.

Dengan pencapaian semester pertama yang kuat dan strategi berkelanjutan dalam operasional serta penguatan tata kelola lingkungan, TLDN berada pada jalur yang tepat untuk mencatat pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2025. Perusahaan akan terus mengoptimalkan efisiensi, menjaga kualitas produksi, dan beradaptasi dengan dinamika pasar global guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia