Harga Emas Melemah di Pekan Ini, Tertekan Dolar AS dan Suku Bunga The Fed
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diperdagangkan flat pada Jumat (1/8/2025). Tetapi berada di jalur pelemahan mingguan seiring menguatnya dolar dan ketidakpastian terkait tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, harga emas hari ini terlihat stabil di level US$ 3.287,65 per ons saat berita ini ditulis. Namun secara mingguan, harga logam mulia ini turun 1,5%. Adapun emas berjangka AS turun 0,3% ke US$ 3.337,20 per ons.
Penguatan indeks dolar ke posisi tertinggi sejak 29 Mei turut menekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
"Emas masih bergerak di kisaran US$ 3.250 hingga US$ 3.450 selama dua bulan terakhir. Saat ini, kami melihat harga menuju batas bawah kisaran itu, bahkan bisa menembusnya," kata analis Marex Edward Meir.
Meir menambahkan, penguatan dolar didorong oleh sikap hawkish Federal Reserve, yang juga menjadi beban bagi harga emas.
Pada Rabu (30/7/2025), The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,5% dan meredam ekspektasi pasar atas kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September.
Tenggat Negosiasi Dagang
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis yang menerapkan tarif ‘resiprokal’ antara 10% hingga 41% terhadap berbagai negara dan kawasan, menjelang tenggat negosiasi dagang pada Jumat.
Khusus untuk Kanada, tarif dinaikkan menjadi 35% dari sebelumnya 25% untuk seluruh produk yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang USMCA. Sementara Meksiko diberi kelonggaran 90 hari untuk menegosiasikan kesepakatan baru.
"Jika negara-negara tersebut gagal menurunkan tarif melalui negosiasi, dan tensi dagang meningkat, harga emas bisa naik kembali," tambah Meir.
Sementara itu, inflasi di AS meningkat pada Juni akibat efek dari tarif impor yang mulai menaikkan harga barang.
Kini pasar menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis hari ini, guna mencari sinyal lanjutan arah kebijakan suku bunga The Fed. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung menguat saat suku bunga rendah.
Selain emas, harga perak spot turun 0,6% ke US$ 36,53 per ons, platinum melemah 0,2% ke US$ 1.291,55, dan paladium stagnan di US$ 1.191,95. Ketiga logam ini juga mencatatkan penurunan mingguan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






