Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melemah di Pekan Ini, Tertekan Dolar AS dan Suku Bunga The Fed

Penulis : Indah Handayani
1 Aug 2025 | 10:37 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto: Investor Daily/HO-Bappebti)
Emas batangan. (Foto: Investor Daily/HO-Bappebti)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diperdagangkan flat pada Jumat (1/8/2025). Tetapi berada di jalur pelemahan mingguan seiring menguatnya dolar dan ketidakpastian terkait tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, harga emas hari ini terlihat stabil di level US$ 3.287,65 per ons saat berita ini ditulis. Namun secara mingguan, harga logam mulia ini turun 1,5%. Adapun emas berjangka AS turun 0,3% ke US$ 3.337,20 per ons.

Penguatan indeks dolar ke posisi tertinggi sejak 29 Mei turut menekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

ADVERTISEMENT

"Emas masih bergerak di kisaran US$ 3.250 hingga US$ 3.450 selama dua bulan terakhir. Saat ini, kami melihat harga menuju batas bawah kisaran itu, bahkan bisa menembusnya," kata analis Marex Edward Meir.

Meir menambahkan, penguatan dolar didorong oleh sikap hawkish Federal Reserve, yang juga menjadi beban bagi harga emas.

Pada Rabu (30/7/2025), The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,5% dan meredam ekspektasi pasar atas kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September.

Tenggat Negosiasi Dagang

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis yang menerapkan tarif ‘resiprokal’ antara 10% hingga 41% terhadap berbagai negara dan kawasan, menjelang tenggat negosiasi dagang pada Jumat.

Khusus untuk Kanada, tarif dinaikkan menjadi 35% dari sebelumnya 25% untuk seluruh produk yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang USMCA. Sementara Meksiko diberi kelonggaran 90 hari untuk menegosiasikan kesepakatan baru.

"Jika negara-negara tersebut gagal menurunkan tarif melalui negosiasi, dan tensi dagang meningkat, harga emas bisa naik kembali," tambah Meir.

Sementara itu, inflasi di AS meningkat pada Juni akibat efek dari tarif impor yang mulai menaikkan harga barang.

Kini pasar menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis hari ini, guna mencari sinyal lanjutan arah kebijakan suku bunga The Fed. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung menguat saat suku bunga rendah.

Selain emas, harga perak spot turun 0,6% ke US$ 36,53 per ons, platinum melemah 0,2% ke US$ 1.291,55, dan paladium stagnan di US$ 1.191,95. Ketiga logam ini juga mencatatkan penurunan mingguan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia