Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melonjak 2% Lebih Usai Data Ketenagakerjaan AS Melemah

Penulis : Indah Handayani
2 Aug 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)
Ilustrasi harga emas (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)

NEW YORK, investor.id – Harga emas melonjak 2% lebih dan menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada Jumat (1/8/2025). Setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Dikutip dari CNBC internasional, ditambah lagi pengumuman tarif baru oleh AS juga mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Harga emas spot tercatat naik 2,24% ke level US$ 3.363,48 per ons, tertinggi sejak 25 Juli. Sepanjang pekan, harga emas menguat 0,4%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 1,9% ke level US$ 3.413,4 per ons.

“Data payroll di bawah ekspektasi, meski sedikit lebih baik dibandingkan prediksi pasar sebelumnya. Ini meningkatkan kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga di akhir tahun,” ujar Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, pertumbuhan lapangan kerja (nonfarm payrolls) hanya bertambah 73 ribu pekerjaan pada Juli, jauh di bawah ekspektasi, setelah revisi turun pada data Juni menjadi hanya 14 ribu pekerjaan.

Suku Bunga The Fed

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali hingga akhir tahun, dimulai pada September mendatang.

Awal pekan ini, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,5%. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, pihaknya belum mengambil keputusan apa pun untuk bulan September.

“Kondisinya cukup kompleks. Di satu sisi ada tekanan inflasi dari tarif dan upah, tapi di sisi lain data ketenagakerjaan mengecewakan. Jika The Fed memangkas suku bunga dalam situasi seperti ini, dampaknya akan sangat positif bagi emas,” tambah Melek.

Di sisi perdagangan global, Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan gelombang tarif baru terhadap puluhan mitra dagang, termasuk Kanada, Brasil, India, dan Taiwan. Langkah ini memicu gejolak pasar global, seiring upaya negara-negara tersebut mendorong negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

Ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik semacam ini biasanya menjadi katalis penguatan harga emas sebagai aset safe haven.

Sementara itu, harga perak naik 0,7% menjadi US$ 36,98 per ons, platinum naik 1,6% ke US$ 1.309,27, dan palladium menguat 1% ke US$ 1.203,52 per ons. Namun, ketiga logam tersebut tetap mencatatkan pelemahan secara mingguan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia