Saham Diskon Diborong Lo Kheng Hong, Bakal Ada Kejutan?
JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau terus memborong saham emiten batu bara favoritnya, PT ABM Investama Tbk (ABMM). Terbaru, per 31 Juli 2025, kepemilikannya bertambah menjadi 151.186.500 (5,49%) saham.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), angka itu meningkat 265,4 ribu saham dibandingkan data per 30 Juli 2025 yang saat itu masih 150.921.100 (5,48%) saham ABM Investama.
Saham ABMM pada perdagangan Jumat (1/8/2025) diparkir naik tipis 0,34% ke Rp 2.950. Saham ini diperdagangkan di rentang Rp 2.940-2.980. Sebanyak 688,5 ribu saham ditransaksikan, frekuensi 478 kali, dan nilai transaksi Rp 2,03 miliar.
Dalam sepekan terakhir, saham ABM Investama turun 1,01%. Tapi untuk periode 3 bulan ke belakang, saham emiten batu bara ini sudah melemah 11,14%. Dan anjlok lebih parah 21,96% dalam satu tahun.
Saham ABM Investama masih diskon alias undervalue. Rasio price to book value (PBV) ABMM 0,59 kali, di bawah -1 PBV standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir di 0,65 kali. Kemudian price earning ratio (PER) ABM Investama ada di posisi 6,65 kali (TTM).
Bakal Ada Kejutan?
Sementara itu, ABM Investama (ABMM) membukukan laba bersih US$ 27,7 juta pada semester I-2025. Angka itu melemah 69,6% dari US$ 91,2 juta pada periode yang sama tahun 2024.
Pendapatan perseroan juga melemah 11,7% ke posisi US$ 506,9 juta pada enam bulan pertama tahun ini. Dibandingkan dengan pendapatan ABM Investama pada semester I-2024 yang sebesar US$ 573,9 juta.
“Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar USD 506,9 juta, turun 12% secara tahunan (yoy),mencerminkan dampak dari penurunan harga batu bara dan tantangan operasional akibat cuaca ekstrem yang berkepanjangan,” jelas Direktur PT ABM Investama Tbk (ABMM), Hans Manoe dalam keterangan resmi.
Baca Juga:
Percaya Gak Harga Emas Bakal Segini?Kendati demikian, ABMM terus memperkuat posisinya melalui pengelolaan modal yang disiplin dan pertumbuhan sinergis. Kepemilikan efektif sebesar 30% di PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui PT Radhika Jananta Raya memberikan kontribusi pendapatan dividen sebesar US$ 63 juta pada semester I-2025.
Selain itu, kata Hans Manoe, di segmen pertambangan batu bara melalui PT Reswara Minergi Hartama (RWA), perseroan mengendalikan 70% saham PT Nirmala Coal Nusantara yang diperkirakan akan memulai produksi pada kuartal IV-2025. Juga, RWA telah menyelesaikan akuisisi PT Piranti Jaya Utama yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Langkah strategis ini diharapkan manajemen dapat meningkatkan volume penjualan batu bara di masa depan dan memperkuat profitabilitas jangka panjang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Apakah hal itu juga akan memberikan kejutan dalam laporan keuangan ABMM selanjutnya?
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






