Hitung Ulang Saham BBCA, Ini Hasilnya
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan kinerja yang tangguh pada semester I-2025, dengan laba bersih sejalan dengan ekspektasi KB Valbury Sekuritas dan konsensus. Lantas, bagaimana prospek selanjutnya saham BBCA setelah laporan keuangan semester I-2025 diungkap?
Laba bersih BBCA pada semester I-2025 telah mencapai 49,5% dari estimasi KB Valbury Sekuritas setahun penuh dan 48,8% dari perkiraan konsensus, dibandingkan 47,38% pada tahun lalu.
“BBCA menunjukkan kinerja yang tangguh, meskipun kondisi ekonomi makro masih menghadapi tekanan,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (3/8/2025).
BCA (BBCA) berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang mengesankan sebesar 12,9% yoy pada semester I-2025, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan dan melebihi panduan manajemen BBCA.
“Penghimpunan dana tetap solid dengan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,3% yoy dan rasio CASA yang terjaga tinggi mencapai 83,4%,” ungkap Akhmad.
Sementara itu, profitabilitas BBCA juga menunjukkan hasil positif. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) meningkat 10 bps menjadi 5,8% atau sesuai panduan tahun 2025. Return on equity (RoE) pun naik 40 bps.
Meskipun biaya kredit (cost of credit/CoC) sedikit meningkat menjadi 0,5% dan non-performing loan (NPL) naik 20 bps, total NPL tahunan tetap terjaga sebesar 2,2%. Loan at risk (LAR) terus turun sebesar 70 bps menjadi 5,7%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






