Kamis, 14 Mei 2026

Hitung Ulang Saham BBCA, Ini Hasilnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Aug 2025 | 08:21 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi via BCA Mobile. (Foto: BCA/BBCA)
Ilustrasi transaksi via BCA Mobile. (Foto: BCA/BBCA)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan kinerja yang tangguh pada semester I-2025, dengan laba bersih sejalan dengan ekspektasi KB Valbury Sekuritas dan konsensus. Lantas, bagaimana prospek selanjutnya saham BBCA setelah laporan keuangan semester I-2025 diungkap?

Laba bersih BBCA pada semester I-2025 telah mencapai 49,5% dari estimasi KB Valbury Sekuritas setahun penuh dan 48,8% dari perkiraan konsensus, dibandingkan 47,38% pada tahun lalu.

“BBCA menunjukkan kinerja yang tangguh, meskipun kondisi ekonomi makro masih menghadapi tekanan,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (3/8/2025).

ADVERTISEMENT

BCA (BBCA) berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang mengesankan sebesar 12,9% yoy pada semester I-2025, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan dan melebihi panduan manajemen BBCA.

“Penghimpunan dana tetap solid dengan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,3% yoy dan rasio CASA yang terjaga tinggi mencapai 83,4%,” ungkap Akhmad.

Sementara itu, profitabilitas BBCA juga menunjukkan hasil positif. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) meningkat 10 bps menjadi 5,8% atau sesuai panduan tahun 2025. Return on equity (RoE) pun naik 40 bps.

Meskipun biaya kredit (cost of credit/CoC) sedikit meningkat menjadi 0,5% dan non-performing loan (NPL) naik 20 bps, total NPL tahunan tetap terjaga sebesar 2,2%. Loan at risk (LAR) terus turun sebesar 70 bps menjadi 5,7%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 60 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia