Jumat, 15 Mei 2026

Bank Mandiri (BMRI) Mendadak Ubah Jadwal RUPSLB

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Aug 2025 | 06:37 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Mandiri (BMRI). Ist
Gedung Bank Mandiri (BMRI). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tiba-tiba mengubah jadwal pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Rapat tetap digelar pada Senin (4/8/2025) ini, tapi jam pelaksanaannya dimajukan dari semula pukul 15.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB.

“Kami informasikan kepada seluruh pemegang saham perseroan bahwa perseroan mengubah waktu pelaksanaan rapat,” jelas direksi Bank Mandiri (BMRI) dalam keterbukaan informasi pada Minggu (3/8/2025) malam.

Tak diungkap rinci alasan perubahan waktu pelaksanaan RUPSLB. Sedangkan tempat acara sendiri tidak ada perubahan, yakni Assembly Hall Menara Mandiri 1, lantai 9, Jakarta. Dan mata acaranya juga tetap, yakni perubahan pengurus perseroan. Rumor beredar bahwa mata acara tersebut terkait perombakan direksi.

ADVERTISEMENT

Saham Bank Mandiri sendiri naik tipis 0,44% pada perdagangan Jumat (1/8/2025) pekan lalu. Saham emiten perbankan ini melemah 4,63% dalam periode satu bulan terakhir, menjelang RUPSLB, dengan asing mencetak net sell Rp 3,62 triliun.

Potensi

Bank Mandiri (BMRI) sendiri belum menyampaikan laporan keuangan semester I-2025 karena dalam proses audit. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp 4,5 triliun pada Mei 2025 (-2% yoy, +26% mom). Hasil ini membuat laba bersih selama 5M25 menjadi Rp 19,7 triliun (+0% yoy).

Menurut ulasan Stockbit Sekuritas, angka itu relatif sejalan dengan ekspektasi konsensus yang memperkirakan laba bersih konsolidasi 2025F akan flat (+0,3%) yoy. Secara bulanan, kinerja BMRI meningkat pada Mei 2025 pasca–Lebaran.

“Adapun realisasi kinerja perseroan selama 5M25 – yang secara umum cenderung mirip dengan kinerja 1Q25 – mengindikasikan tren kinerja pada 2Q25 tidak berbeda jauh dengan 1Q25, kecuali terdapat perubahan yang signifikan pada kinerja bulan Juni 2025,” terang Stockbit Sekuritas dalam ulasannya belum lama ini.

Sementara itu, Stockbit Sekuritas menilai menilai likuiditas masih menjadi tantangan utama, sehingga pelonggaran likuiditas berpotensi menjadi katalis positif bagi Bank Mandiri (BMRI). Secara ekspektasi, tekanan kinerja sudah – setidaknya sebagian – diantisipasi oleh market, di mana konsensus telah memangkas estimasi laba bersih konsolidasi 2025F sebanyak -3%/-9% dalam 3/6 bulan terakhir.

Menurut Stockbit, per 25 Juni 2025 (di harga Rp 4.880), BMRI diperdagangkan pada valuasi 1,46x 1–Year Forward P/BV, hampir menyentuh -1 Standar Deviasi (1,42x) di bawah rata–rata historis 5 tahun.

Pada level tersebut, Stockbit melihat BMRI menawarkan potensi dividend yield minimum 7%. Artinya, dengan asumsi dari Stockbit itu, maka potensi dividennya minimal bisa Rp 340-an per saham. Adapun untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri menebar dividen Rp 466,18 per saham yang telah dibayarkan pada 23 April 2025.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia