Saham Yang Katanya Bisa Ngacir ke Rp 25.000-an
5 Aug 2025 | 08:38 WIB
United Tractors Tbk. (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2025 dengan pertumbuhan pendapatan, meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat tantangan di beberapa segmen usaha inti.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 68,5 triliun sepanjang paruh pertama 2025, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 64,5 triliun. Namun, laba bersih tercatat turun 15% menjadi Rp 8,13 triliun dari sebelumnya Rp 9,56 triliun pada semester I-2024.
Manajemen menjelaskan, pelemahan laba bersih dipicu oleh penurunan kinerja di segmen kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara termal serta metalurgi. Segmen kontraktor, yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), menghasilkan pendapatan Rp 26,1 triliun atau turun 7% secara tahunan.
Kinerja PAMA terdampak curah hujan tinggi yang menurunkan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 9% menjadi 533 juta bcm dan produksi batu bara klien turun 2% menjadi 68 juta ton, dengan stripping ratio rata-rata 7,8x.
Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, melalui PT Tuah Turangga Agung, mencatatkan pendapatan Rp 13,4 triliun, melemah 14% dibandingkan semester I-2024, meskipun volume penjualan batu bara naik 10% menjadi 6,6 juta ton. Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata batu bara.
Sebaliknya, segmen mesin konstruksi mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan alat berat Komatsu meningkat 27% menjadi 2.728 unit, didorong oleh permintaan dari semua sektor. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 34% menjadi Rp 20,9 triliun.
Sementara itu, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya menunjukkan performa positif dengan lonjakan pendapatan sebesar 60% menjadi Rp 7 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga rata-rata emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






