Jumat, 15 Mei 2026

Saham Yang Katanya Bisa Ngacir ke Rp 25.000-an

Penulis : Thresa Sandra Desfika / Ghafur Fadillah
5 Aug 2025 | 08:38 WIB
BAGIKAN
Agincourt Resources, anak usaha United Tractors (UNTR). Perseroan
Agincourt Resources, anak usaha United Tractors (UNTR). Perseroan

United Tractors Tbk. (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2025 dengan pertumbuhan pendapatan, meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat tantangan di beberapa segmen usaha inti.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 68,5 triliun sepanjang paruh pertama 2025, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 64,5 triliun. Namun, laba bersih tercatat turun 15% menjadi Rp 8,13 triliun dari sebelumnya Rp 9,56 triliun pada semester I-2024.

Manajemen menjelaskan, pelemahan laba bersih dipicu oleh penurunan kinerja di segmen kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara termal serta metalurgi. Segmen kontraktor, yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), menghasilkan pendapatan Rp 26,1 triliun atau turun 7% secara tahunan.

ADVERTISEMENT

Kinerja PAMA terdampak curah hujan tinggi yang menurunkan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 9% menjadi 533 juta bcm dan produksi batu bara klien turun 2% menjadi 68 juta ton, dengan stripping ratio rata-rata 7,8x.

Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, melalui PT Tuah Turangga Agung, mencatatkan pendapatan Rp 13,4 triliun, melemah 14% dibandingkan semester I-2024, meskipun volume penjualan batu bara naik 10% menjadi 6,6 juta ton. Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata batu bara.

Sebaliknya, segmen mesin konstruksi mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan alat berat Komatsu meningkat 27% menjadi 2.728 unit, didorong oleh permintaan dari semua sektor. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 34% menjadi Rp 20,9 triliun.

Sementara itu, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya menunjukkan performa positif dengan lonjakan pendapatan sebesar 60% menjadi Rp 7 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga rata-rata emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia