BERITA POPULER: Crossing Saham CDIA hingga Update Harga Emas Perhiasan
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Rabu (6/8/2025):
1. Ada Crossing CDIA Lewat Henan Putihrai, Nilai Lumayan
Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 0,56% ke Rp 1.780 pada perdagangan Selasa (5/8/2025). CDIA diperdagangkan di rentang Rp 1.700-2.100 usai lepas dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA).
Saham CDIA laris manis. Sebanyak 807,24 juta saham ditransaksikan, frekuensi 208.607 kali, dan nilai transaksi Rp 1,53 triliun. Broker Stockbit Sekuritas mencatatkan net buy Rp 321,5 miliar. Sedangkan Semesta Indovest Sekuritas net sell Rp 299,8 miliar.
Terjadi juga transaksi crossing saham Chandra Daya Investasi di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya sejumlah 989,05 ribu lot saham di harga rata-rata Rp 1.775 per saham, sehingga nilai keseluruhannya Rp 175,6 miliar. Baik untuk pihak pembeli maupun penjual difasilitasi oleh Henan Putihrai Sekuritas, yang merupakan underwriter IPO CDIA, simak ulasan lengkapnya.
2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 6 Agustus 2025
Harga emas perhiasan mengalami perubahan berdasarkan perkembangan pasar global dan nilai tukar rupiah. Harga emas perhiasan pada Rabu (6/8/2025), mayoritas stabil.
Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Simak daftar harga emas perhiasan berdasarkan data Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi dalam berbagai kadar karat di sini.
3. Emiten Hary Tanoe Gelar Akuisisi, Punya Proyek Besar
Emiten Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) melakukan pengambilalihan PT Kios Ria Kreasi (KRK). KPIG melalui anak perusahaannya, yaitu PT MNC Development Bali, telah sepakat mengambilalih dan mengakuisisi 55% saham PT Kios Ria Kreasi (KRK).
Direksi KPIG menjelaskan KRK telah memiliki dan menguasai HGB di atas lahan strategis seluas 92,08 ha di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Di atas lahan strategis tersebut, KRK akan mengembangkan international theme park, water park, hotel dan resort yang dirancang menjadi salah satu destinasi pariwisata terbesar di Asia Tenggara.
Sebelumnya, dalam arsip pemberitaan investor.id pada 12 Agustus 2022 disebutkan bahwa Kios Ria Kreasi dan Paramount Pictures menandatangani kesepakatan kerja sama untuk membangun sebuah wahana wisata (theme park) internasional untuk keluarga di Bali, Indonesia.
4. Telkom (TLKM) Bersiap Spin Off Lagi, Saham sedang Diskon
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memutuskan untuk merevisi target pertumbuhan pendapatan selama 2025 dari low single digit menjadi flat, menyusul lemahnya kinerja perseroan pada semester I-2025. Hal itu terungkap dalam earnings call bersama para analis.
Di sisi lain, terkait persiapan strategi bisnis FiberCo menyusul pembentukan Infranexia (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) sebagai entitas infrastruktur fiber, TLKM berencana melakukan spin off tahap pertama pada kuartal IV-2025, dengan target spin off lebih dari 50% terhadap total aset dan bisnis fiber terpilih milik TLKM akan dialihkan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia.
Samuel Sekuritas mengungkapkan, Telkom (TLKM) memiliki valuasi yang menarik dengan EV/EBITDA trailing 12 bulan (trailing twelve months/TTM) sebesar 4,1 kali atau diskon 11,5% dibandingkan para pesaingnya. Dengan merekomendasikan buy saham TLKM dan target harga segini.
Emiten Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali melancarkan aksi buyback saham perseroan. Kepemilikan Alamtri atas sahamnya sendiri (saham treasuri) meningkat menjadi 1.759.921.700 (5,72%) saham per 4 Agustus 2025.
Berdasatkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah tersebut bertambah 12.418.200 saham dibandingkan data per 1 Agustus 2025 yang sebanyak 1.747.503.500 (5,68%) saham. Data 1 Agustus itu pun sudah meningkat 4,5 juta saham dibandingkan sebelumnya yang hanya 1.743.003.500 (5,67%) saham.
Saat berita ini ditulis, Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 09.57 WIB, saham ADRO ada di Rp 1.875 atau menguat tipis 0,27%. Dalam periode sepekan terakhir, saham emiten Boy Thohir ini melemah 1,32%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






