Harga Emas Dekati US$ 3.400 Berkat Trump Naikkan Tarif India
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia naik pada perdagangan Kamis (7/8/2025). Kenaikan itu didorong meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan dagang dengan menaikkan tarif impor India sebesar 25%.
Dikutip dari Reuters, harga emas menguat 0,4% ke level US$ 3.380,76 per ons. Sedangkan kontrak berjangka emas AS naik 0,3% ke US$ 3.443,30. Kenaikan ini membawa harga emas mendekati level psikologis US$ 3.400, seiring investor menghindari aset berisiko akibat memanasnya tensi geopolitik.
"Trump terus menggelontorkan ancaman tarif baru, dan itu membuat emas tetap menarik sebagai instrumen pertahanan investor," kata Chief Market Analyst di KCM Trade Tim Waterer.
Trump mengumumkan kenaikan tarif baru terhadap barang impor dari India hingga 25%, yang akan mulai berlaku 21 hari setelah 7 Agustus. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas keputusan India melanjutkan pembelian minyak dari Rusia, meski pembicaraan dagang antara kedua negara mengalami kebuntuan.
Tarif tambahan tersebut membuat bea masuk atas beberapa produk India melonjak hingga 50%, salah satu yang tertinggi untuk mitra dagang AS.
Faktor pendukung lain bagi harga emas datang dari pelemahan dolar AS, yang mendekati level terendah dalam lebih dari satu pekan. Melemahnya dolar membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Suku Bunga The Fed
Pasar kini memperkirakan peluang 94% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, menurut alat prediksi CME FedWatch.
Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari menegaskan bahwa bank sentral AS mungkin harus memangkas suku bunga dalam waktu dekat untuk merespons pelemahan ekonomi, meski dampak tarif terhadap inflasi masih belum pasti.
Emas sebagai aset safe haven biasanya diuntungkan dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan politik, serta saat suku bunga rendah.
Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak naik 0,3% ke US$ 37,98 per ons. Sedangkan platinum turun 0,7% ke US$ 1.324,26 dan Palladium melemah 0,8% ke US$ 1.141,56.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






