Saham ADRO Tertekan, Padahal Target Harga & Potensi Dividennya Segini
JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tertekan di sesi I perdagangan Jumat (8/8/2025). Di sekitar pukul 10.08 WIB saham ADRO berada di posisi Rp 1.810 atau minus 3,21%.
Sudah sebanyak 43,24 juta saham Alamtri Resources Indonesia ditransaksikan, frekuensi 12.286 kali, dan nilai transaksi Rp 78,9 miliar. Saham ini terkena tekanan jual, berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham ADRO mencetak net sell Rp 29,5 miliar.
Saham ADRO melemah usai ada pengumuman MSCI Inc untuk hasil tinjauan Agustus 2025. Di mana, ADRO keluar dari perhitungan MSCI Global Standard Indexes untuk MSCI Indonesia Index. Tapi ADRO dimasukkan ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Sementara itu, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) diproyeksikan mencetak pendapatan sebesar US$ 1,73 miliar dan laba bersih US$ 344 juta pada 2025. Muncul perkiraan dividen dan target harga baru saham ADRO.
Proyeksi pendapatan dan laba bersih Alamtri (ADRO) tersebut seiring penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) menjadi US$ 160/ton.
“Meski top line menurun, arus kas bebas tetap kuat sebesar US$ 887 juta, yang menopang belanja modal dan potensi dividen,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (4/8/2025).
Menurut dia, unit jasa tambang ADRO, yaitu PT Saptaindra Sejati (SIS), tetap solid dengan kontribusi pendapatan sebesar US$ 815 juta. Selain itu, anak usaha ADRO, yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menargetkan produksi batu bara metalurgi sebesar 6,6 juta ton.
“Kualitas laba dijaga oleh stabilitas margin dan pergeseran menuju pendapatan industri yang berulang,” sebut Farras.
ADRO telah keluar dari bisnis batu bara termal setelah mendivestasi 99,99% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada Desember 2024. Divestasi itu menghasilkan dana sebesar US$ 270 juta dan masih mempertahankan kepemilikan 15,3% saham.
Baca Juga:
Pandangan soal BBRI TerbelahFokusnya kini beralih ke ADMR yang memiliki cadangan sebesar 292 juta ton dan sumber daya 980 juta ton. Hal itu ditopang oleh proyek smelter aluminium berbasis hidro berkapasitas 500 ribu ton dan pipeline energi terbarukan sebesar 1,3 GW.
“Transformasi ini menjadi fondasi evolusi ADRO menuju platform industri rendah emisi yang terintegrasi secara vertikal untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelas dia.
Dividen dan Target Harga Baru ADRO
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






