Ada yang Belum Masuk ke Hitungan Saham ADRO, Harga Mestinya Segini
Berdasarkan peta jalan NZE yang diterbitkan oleh IEA dan Kementerian ESDM, Indonesia menargetkan pencapaian emisi nol bersih pada 2060, dengan energi surya menyumbang 50-60% dari pembangkitan listrik.
Pada saat yang sama, Kementerian ESDM berencana mengatasi kelebihan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara (2022: 57% dari total kapasitas), kontribusi kapasitas diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2030 sebesar 50%, dan proses pensiun dini akan dipercepat setelah 2030. Meskipun terdapat cetak biru yang jelas untuk transisi energi terbarukan (RUEN, RUKN, RUED, RUKD, RUPTL), Indonesia terus gagal mencapai target tahunan bauran energi terbarukan, terutama karena tingginya biaya investasi.
Sebagai contoh, IEA melaporkan bahwa biaya instalasi pembangkit energi surya/angin sekitar dua kali lebih mahal dibanding negara lain karena hambatan regulasi. Namun, dorongan terbaru terhadap adopsi waste-to-energy menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan target NZE ini, dan mudah-mudahan akan ada lebih banyak lagi upaya untuk mempercepat transisi ini.
“Selain itu, peta jalan ini juga menyoroti kebutuhan untuk mengadopsi teknologi seperti hidrogen, nuklir, dan CCUS pada 2050 untuk mencapai NZE, bersama dengan panas bumi,” papar riset Indo Premier.
Berdasarkan kasus terdahulu, sambung Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, narasi positif terhadap jenis energi terbarukan tertentu telah mendorong lonjakan harga saham tertentu - contohnya TOBA dan OASA (not-rated) melalui inisiatif waste-to-energy.
Di antara potensi permainan energi terbarukan, sebut mereka, ADRO menjadi yang paling tertinggal dibandingkan TOBA, PGEO, dan BRPT. Indo Premier menilai proyek panel surya terapung ADRO dengan kapasitas dasar 2 GW akan menambah nilai sekitar Rp 535/saham terhadap harga saham ADRO, menurut estimasi Indo Premier.
Namun, Indo Premier menilai pasar belum sepenuhnya menghitung nilai dari proyek panel surya PV ini, yang menurut mereka bisa memberikan potensi peningkatan terhadap harga saham ADRO.
“Jika kami menempatkan valuasi proyek solar PV sebesar US$ 1,3 miliar, TP kami dapat dinaikkan ke Rp 2.500/saham (dari awalnya Rp 2.300/saham),” pungkas riset Indo Premier Sekuritas.
Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) pada perdagangan Jumat (9/8/2025) melemah 4,28% ke Rp 1.790. Tekanan jual cukup intens lantaran sentimen turunnya ADRO dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes untuk tinjauan Agustus 2025.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





