Jumat, 15 Mei 2026

Saham Gocapan Melonjak 396%, Ternyata Caplok Brand Motor Listrik Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Aug 2025 | 18:32 WIB
BAGIKAN
ECGO EV Moto. (Foto: Dok ECGO )
ECGO EV Moto. (Foto: Dok ECGO )

JAKARTA, investor.id - PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) mengumumkan melakukan langkah strategis berupa rencana penyertaan modal ke PT Green City Traffic (GCT) yang mengakibatkan KRYA memiliki 51% kepemilikan saham di GCT.

Direktur Utama KRYA, Hok Gwan menjelaskan, hal itu sebagai tindak lanjut telah dilakukannya proses pengambilalihan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk oleh Rich Step Internasional Ltd (RICH), sehingga dalam rangka menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Saham Bangun Karya Perkasa Jaya sendiri (KRYA) sudah terbang 396,15% dalam periode tahun berjalan atau year to date (ytd) dari Rp 52 alias dari area gocap.

ADVERTISEMENT

Adapun penyertaan 51% saham GCT oleh KRYA totalnya sebesar 10.418.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp Rp 10,41 miliar. “Dengan kepemilikan mayoritas tersebut, perseroan secara resmi memasuki lini usaha baru di bidang kendaraan listrik (electric vehicle/EV),” imbuh Hok Gwan.

ECGO

Menurut Hok Gwan, Green City Traffic atau GCT memiliki merek dagang motor listrik ECGO, didirikan pada tahun 2018. Perusahaan adalah salah satu perusahaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terkemuka di Indonesia.

Produk sepeda motor listrik ECGO telah memperoleh sertifikasi TKDN (tingkat komponen dalam negeri) hingga 56%, dan pada tahun 2023 serta 2024 secara berturut masing-masing dua model berhasil lolos program subsidi sepeda motor listrik dari Pemerintah Indonesia. “Selama tujuh tahun terakhir, ECGO telah menjual lebih dari 10.000 unit sepeda motor listrik di pasar Indonesia,” papar Hok Gwan.

ECGO telah membangun ekosistem kendaraan listrik yang lengkap, mencakup desain kendaraan dan baterai, produksi sepeda motor listrik, penyewaan baterai, hingga layanan penukaran baterai, membentuk model bisnis yang terintegrasi penuh. Di sektor ojek online (ojol), sambung Hok Gwan, ECGO memimpin industri dan menjadi salah satu pemasok paling populer bagi pengemudi Gojek dan Grab. Tim perusahaan memiliki latar belakang yang kuat di industri kendaraan listrik, dengan sumber daya dan pengalaman luas dalam desain produk, integrasi rantai pasok, dan operasi pasar.

Setelah selesainya akuisisi ini, perusahaan akan terus dipimpin oleh tim ECGO yang semulanya dan sepenuhnya bertransformasi ke bisnis kendaraan listrik. Selain sepeda motor listrik, kendaraan roda tiga listrik dan kendaraan niaga listrik juga akan menjadi arah bisnis masa depan grup. Strategi pengembangan grup sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

“Berdasarkan rencana bisnis ECGO, segmen sepeda motor listrik saja diproyeksikan mencapai penjualan tidak kurang dari 1 juta unit dalam lima tahun ke depan. Ke depannya ECGO akan mengembangkan varian baru yakni kendaraan roda tiga listrik dan kendaraan niaga listrik,” pungkas Hok Gwan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia