Raksasa Farmasi RI Pangkas Target Laba, Saham Aman?
JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), raksasa farmasi Indonesia, menurunkan target pertumbuhan laba bersih 2025 menjadi 6-8% yoy dari sebelumnya 8-10% yoy. Hal itu terungkap dalam analyst meeting antara manajemen KLBF dan analis pada Kamis (14/8/2025).
“Revisi guidance ini terutama mempertimbangkan pelemahan kinerja segmen ‘nutritionals’ yang turun 3% yoy selama semester I-2025,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Kamis (14/8/2025).
Dengan kondisi tersebut, menurut Stockbit, manajemen Kalbe Farma (KLBF) merevisi turun target segmen ‘nutritionals’ dari mid single digits menjadi low single digits.
Pada semester I-2025, kinerja KLBF terbilang tetap solid. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 17,08 triliun atau tumbuh 4,6% yoy dan laba bersih Rp 1,97 triliun atau naik 9,4% yoy.
Khusus kuartal II-2025, pendapatan KLBF mencapai Rp 1,98 triliun atau meningkat 3,4% yoy, namun turun 6,9% qoq. Laba bersih sebesar Rp 898 miliar atau naik 6% yoy, tapi anjlok 16,6% qoq.
“Kami menilai kinerja KLBF masih sejalan dengan proyeksi kami. Realisasi pendapatan pada semester I-2025 telah mencapai 48% dari estimasi setahun penuh dan laba bersih mencapai 56%,” ungkap Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo W dalam risetnya.
Namun, menurut dia, pertumbuhan pendapatan KLBF masih sedikit di bawah panduan perusahaan. Meski demikian, perseroan menunjukkan perbaikan margin pada semester I-2025. Gross profit margin (GPM) naik menjadi 41%, operating profit margin (OPM) menjadi 17%, dan net profit margin (NPM) menjadi 12%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Adapun penjualan di seluruh segmen menunjukkan pertumbuhan positif, dengan segmen farmasi mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 9,4% yoy. Pada kuartal II-2025, pertumbuhannya sebesar 6% yoy, tapi terkikis 0,9% qoq.
Dengan berbagai pertimbangan, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham Kalbe Farma (KLBF). Target harga saham KLBF dalam 12 bulan ke depan direvisi turun menjadi Rp 1.700 dari sebelumnya Rp 1.770. Target harga itu mencerminkan forward P/E sebesar 22,4 kali dan PBV sebesar 3 kali.
Saham KLBF diperdagangkan pada P/E sebesar 19 kali dibandingkan rata-rata pesaingnya yang sebesar 14,6 kali dan PBV mencapai 2,9 kali dibandingkan rata-rata pesaingnya sebesar 2,6 kali.
Risiko utamanya mencakup pelemahan daya beli konsumen, persaingan pasar yang ketat, serta kenaikan beban operasional (operational expenditure/opex).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






