Berita Panas Muncul, BBCA Malah Diramal Naik Tinggi
Verdhana mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.300, setara PBV 5,4 kali. Saat riset itu ditulis, saham BBCA diperdagangkan dengan PBV hanya 4 kali, sedangkan Rabu (20/8/2025), saham ini ditutup di level Rp 8.525.
Sementara itu, BBCA memberikan tanggapan atas Surat Bursa Efek Indonesia No. S-09602/BEI.PP2/08-2025 tanggal 19 Agustus 2025 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa.
Baca Juga:
BBCA Beri TanggapanBEI meminta penjelasan kepada BCA terkait pemberitaan di salah satu media massa berjudul ‘Berbekal Temuan Pansus DPD, DPR Akan Buka Lagi Kasus Akuisisi 51 Persen Saham BCA’.
Adapun salah satu poin pada berita tersebut yang diberi tanggapannya oleh BBCA mengenai narasi: “Pada waktu itu, pada Desember 2002, nilai sahamnya (BCA) Rp 117 triliun. Dalam buku, BCA mempunyai utang ke negara Rp 60 triliun, diangsur Rp 7 triliun setiap tahunnya”.
Menurut Sekretaris Perusahaan BBCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, angka Rp 117 triliun yang sering disebut dalam narasi merujuk pada total aset BCA, bukan nilai pasar perusahaan. Dengan demikian, tambahnya, nilai akuisisi 51% saham oleh konsorsium FarIndo yang menang melalui tender, merupakan cerminan dari kondisi pasar saat itu. Tender dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) secara transparan dan akuntabel.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






