Jumat, 15 Mei 2026

Berita Panas Muncul, BBCA Malah Diramal Naik Tinggi

Penulis : Harso Kurniawan
20 Aug 2025 | 18:42 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham melalui smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – Berita panas muncul terkait akuisisi 51% saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh Farindo. Terlepas dari itu, prospek saham BBCA masih solid dengan rekomendasi positif dan target

Berdasarkan catatan Verdhana, kinerja BBCA masih kuat pada Juli 2025, menandakan kemampuan perseroan menghadapi kondisi ekonomi yang menantang. Per Juli lalu, laba bersih BBCA tumbuh 11% menjadi Rp 34,7%, setara 61% dari proyeksi setahun penuh Verdhana.

Selanjutnya, laba BBCA sebelum provisi, tulis broker itu, naik 12% menjadi Rp 44,5 triliun, tertinggi di antara bank besar. Ini tak lepas dari stabilnya NIM, biaya dana, dan biaya kredit.

ADVERTISEMENT

“Seiring berkurangnya risiko likuiditas, kami melihat ada potensi perbaikan kinerja di bank besar. Adapun BBCA akan diuntungkan oleh lingkungan bunga rendah, yang bisa mendongkrak rasio dana murah, sedangkan suku bunga pinjaman cenderung stagnan,” tulis Verdhana, dikutip Rabu (20/8/2025).

Broker ini mencatat, kualitas aset BBCA sedikit menghadapi tantangan, terlihat pada naiknya special mention loan (SML), terutama di segmen UMKM dan konsumer. Ini membuat perseroan menaikkan pencadangan.

Seentara itu, pertumbuhan kredit BBCA tumbuh 11% per Juli 2025, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) naik 6%. Ini membuat loan to deposit ratio (LDR) mencapai 79%.

Sepanjang 2025, tulis Verdhana, pertumbuhan kredit BBCA diprediksi berkisar 6-8%. Pertumbuhan CASA diprediksi mencapai 7%, sehingga rasio CASA bisa mencapai 83%.

Rekomendasi dan Target Harga

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia