Jumat, 15 Mei 2026

Ramalan Terbaru Saham BBCA & BMRI Cs usai BI Rate Dipotong

Penulis : Jauhari Mahardhika
21 Aug 2025 | 15:26 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Ilustrasi transaksi saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – BI kembali memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5% yang dapat membantu menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) bank, apalagi jika LPS juga memangkas suku bunganya pada September 2025. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap saham-saham bank, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI?

BI Rate terus bergerak turun dengan pemangkasan sebanyak empat kali sepanjang 2025. Meskipun suku bunga deposito masih relatif stabil, langkah terakhir Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pelonggaran ditujukan untuk menciptakan ruang bagi penurunan biaya pendanaan dalam sistem perbankan.

“Jika itu memicu penurunan suku bunga LPS lebih lanjut, maka akan mendukung biaya dana (CoF) perbankan. Penurunan suku bunga LPS akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi bank untuk menurunkan harga deposito tanpa berisiko kehilangan dana pihak ketiga, sehingga meringankan tekanan terhadap biaya dana,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, Kamis (21/8/2025).

ADVERTISEMENT

Jika tren pelonggaran ini berlanjut, bank diperkirakan dapat menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dalam kondisi biaya dana yang lebih rendah.

Namun, target penerimaan pajak pada 2026 yang lebih tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap penurunan permintaan kredit, kenaikan biaya dana, dan peningkatan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Sebab kenaikan pembayaran pajak berarti terjadi aliran keluar dana lebih besar dari sektor swasta menuju rekening pemerintah di Bank Indonesia. Hal ini dapat mengurangi likuiditas dalam sistem perbankan.

“Bank kemungkinan harus menawarkan suku bunga deposito lebih tinggi untuk menarik dana, sehingga meningkatkan biaya dana,” jelas Victor.

Pada saat yang sama, rumah tangga menghadapi penurunan pendapatan yang dapat dibelanjakan, yang bisa memengaruhi kemampuan pembayaran pinjaman. Selain itu, dunia usaha (UMKM maupun korporasi) mungkin menunda ekspansi atau mengurangi modal kerja, sehingga menekan permintaan kredit.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

BRI Danareksa Sekuritas tetap berhati-hati terhadap prospek kualitas aset perbankan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap laba.

Namun, broker efek ternama itu melihat potensi kenaikan harga saham sejumlah bank dalam jangka pendek. Sebab pengetatan likuiditas ditaksir telah mencapai titik terendah, valuasi saham lebih murah, adanya kejelasan lebih lanjut terkait program pemerintah, serta kepemilikan asing yang lebih rendah.

“Ini seharusnya menguntungkan saham yang sebelumnya berkinerja lemah, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI,” ungkap Victor.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat netral untuk sektor perbankan. Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi pilihan utama untuk jangka panjang, karena tetap berhati-hati terhadap kualitas aset. Rekomendasi untuk saham BBCA adalah buy dengan target harga Rp 11.900.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan buy saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN) – meskipun saham-saham tersebut bukan pilihan utama.

Target harga saham BMRI sebesar Rp 5.900, BBNI Rp 4.800, dan BBTN Rp 1.400.

Sedangkan rekomendasi untuk saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) dan Bank BTPN Syariah (BTPS) adalah hold. Target harga saham BRIS sebesar Rp 2.900 dan BTPS Rp 1.500.

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) non-rated, karena BRI merupakan induk usaha.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 30 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia