Bos BMRI Ungkap Aksi Korporasi
JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan obligasi pada kuartal IV-2025 mendatang. Sejalan dengan rencana aksi korporasi tersebut, laporan keuangan perusahaan per Juni 2025 belum dapat dirilis karena masih dalam proses audit oleh kantor akuntan publik.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Kamis (21/8/2025) di Jakarta. Riduan memohon maaf karena harus memaparkan kinerja hingga Mei 2025, berbeda dari bank-bank Himbara lainnya seperti BRI dan BNI yang telah lebih dulu melaporkan data hingga Juni.
“Kami mohon maaf, kami tidak sama dengan yang sebelumnya (BRI dan BNI yang melaporkan) posisi Juni 2025 karena kami lagi dalam proses penawaran umum berkelanjutan penerbitan obligasi yang akan dilakukan pada triwulan IV-2025,” jelas Riduan.
Dia mengatakan, laporan keuangan Bank Mandiri hingga Juni 2025 sedang diaudit kantor akuntan publik untuk digunakan dalam penerbitan obligasi mendatang. Untuk sementara, Bank Mandiri merujuk kinerja hingga Mei untuk disampaikan kepada Komisi VI DPR.
Riduan melaporkan bahwa kredit secara konsolidasi mencapai Rp 1.682,6 triliun atau tumbuh 13,4% year on year (yoy) hingga Mei 2025. Menurut dia, kinerja kredit Bank Mandiri ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang hanya sebesar 8,43% yoy.
Baca Juga:
Laba BCA (BBCA) Juli 2025Selain itu, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga cukup baik yaitu 8,82% yoy atau sebesar Rp 1.772,9 triliun. Ini juga lebih tinggi dibandingkan industri dengan pertumbuhan 4,29% yoy.
“Kami juga terus menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas, terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di kisaran 1,12% dengan cost of credit (CoC) yang masih bisa kami jaga di bawah 1% yaitu 0,92%, cukup baik di kategori industri,” urai Riduan.
Dia juga menyinggung keberhasilan Bank Mandiri perihal strategi digitalisasi yang telah berjalan baik. Hal itu tercermin dari total transaksi digital yang mencapai Rp 11.653 triliun atau tumbuh 17,2% yoy hingga Mei 2025.
“Pertumbuhan bisnis yang baik tersebut didorong pencapaian laba bersih sebesar Rp 21,5 triliun posisi Mei 2025,” kata Riduan tanpa mengungkap tren pertumbuhannya, tapi menegaskan bahwa tingkat profitabilitas terjaga dengan return on equity (ROE) terjaga di level 19,2%
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






