Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 22 Agustus 2025: Terpukul

Penulis : Indah Handayani
22 Aug 2025 | 09:27 WIB
BAGIKAN
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpukul pada Jumat (22/8/2025). Pasar menantikan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole, Wyoming, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga jangka pendek.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.06 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini terpukul sebesar 52 poin (0,32%) ke level Rp 16.340 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% di level 98,66.

Sedangkan pada perdagangan Kamis (21/8/2025), mata uang rupiah sempat melemah ke Level Rp 16.245 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, nilai tukar dolar AS menguat dan bersiap menutup pekan dengan penguatan. Pasar menantikan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole, Wyoming, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga jangka pendek.

Sentimen pasar sebelumnya sempat didorong oleh data tenaga kerja AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan pada Juli, ditambah revisi signifikan ke bawah untuk data Mei dan Juni. Kondisi ini memunculkan harapan akan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan spekulasi pemangkasan jumbo pada pertemuan September.

Namun, komentar hati-hati sejumlah pejabat The Fed serta data ekonomi yang masih mengindikasikan tekanan inflasi membuat ekspektasi pasar terkoreksi. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September kini diperkirakan 75%, turun dari 92% pada pekan sebelumnya.

Chief Investment Strategist Saxo Charu Chanana mengatakan, powell kemungkinan besar tidak akan langsung mengonfirmasi pemangkasan suku bunga pada September. Saat ini inflasi masih menjadi risiko yang lebih besar dibanding melemahnya pasar tenaga kerja.

“Dengan masih ada satu rilis data inflasi dan payrolls sebelum pertemuan September, The Fed punya alasan untuk bersabar dan menjaga opsi tetap terbuka,” paparnya.

Suku Bunga The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia