Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 26 Agustus 2025: Turun

Penulis : Indah Handayani
26 Aug 2025 | 09:36 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun pada Selasa (26/8/2025). Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencopotan Gubernur The Fed Lisa Cook, karena dugaan penipuan hipotek (mortgage fraud).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.13 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini turun sebesar 5 poin (0,03%) ke level Rp 16.264 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat melemah 0,21% di level 98,22.

Sedangkan pada perdagangan Senin (25/8/2025), mata uang rupiah sempat melonjak tinggi sebesar 91,5 poin (0,56%) ke level Rp 16.259.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, dolar AS melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencopotan Gubernur The Fed Lisa Cook, karena dugaan penipuan hipotek (mortgage fraud).

Pelemahan ini terjadi sehari setelah mata uang AS mencatat kenaikan harian terbesar sepanjang bulan Agustus. Trump mengumumkan keputusan tersebut melalui sebuah surat terbuka kepada Cook yang ia unggah di media sosial.

Chief Investment Strategist di Saxo Charu Chanana mengatakan, pasar tidak panik, tapi sedang melakukan kalibrasi ulang. Pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih cepat kini semakin mungkin setelah pencopotan Cook.

“Namun ini bukan hanya soal suku bunga, melainkan juga independensi The Fed serta meningkatnya risiko kelembagaan di AS,” tambahnya.

Langkah Trump ini dinilai sebagai eskalasi tajam dari perseteruannya dengan The Fed, yang selama ini ia salahkan karena tidak menurunkan suku bunga secara cepat. Keputusan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran investor terkait independensi bank sentral AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun 3,6 basis poin menjadi 3,694%, sementara imbal hasil obligasi jangka panjang tenor 30 tahun justru naik 3,3 basis poin ke 4,922%.

Independensi The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia