Prajogo hingga Boy Thohir Dukung Patriot Bond Danantara, Saham TOBA Panas
JAKARTA, investor.id – Para konglomerat mulai dari Prajogo Pangestu sampai Boy Thohir mendukung inisiatif Danantara Indonesia untuk menerbitkan obligasi bernama Patriot Bond dengan jumlah dana yang diincar mencapai Rp 50 triliun atau setara US$ 3,1 miliar.
Sedianya, Danantara akan membagi obligasi tersebut dalam dua seri penerbitan. Pertama, sebesar Rp 25 triliun dengan tenor lima tahun dan sebesar Rp 25 triliun bertenor tujuh tahun dengan kupon di setiap serinya masing-masing sebesar 2%. Kupon atau imbal hasil (yield) ini di bawah suku bunga acuan BI dan obligasi pemerintah yang sejenis, yang biasanya berada di level 5,8% dan 6,1%.
Oleh karena bunganya rendah, Danantara sebagaimana mengutip Bloomberg, dikabarkan hanya menawarkan Patriot Bond tersebut melalui skema terbatas (private placement). Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Mandiri Sekuritas (Mansek). Namun, sampai berita ini ditulis, Mansek belum memberikan tanggapan apa pun.
Dana yang terhimpun antara lain akan digunakan untuk berinvestasi di dalam dan luar negeri. Apalagi, rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) juga sudah mengantongi persetujuan dari Komisi XI DPR RI, Selasa (19/8/2025).
Sejumlah sektor prioritas investasi Danantara ke depan adalah mineral kritis; energi terbarukan, energi, utilitas; kesehatan; infrastruktur digital; jasa (layanan) keuangan; properti (real estat); infrastruktur transportasi; pangan dan agrikultur. Salah satu turunan dari sektor yang juga santer disebut sebagai sasaran investasi Danantara dari dana hasil penerbitan obligasi tersebut adalah sektor pengolahan sampah menjadi energi.
Berkaitan dengan ini, Pandu Sjahrir, merupakan salah satu sosok kunci yang terafiliasi dengan emiten PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Di mana, pada saat bersamaan, TOBA kini mulai fokus melakukan transisi bisnis dari sebelumnya menggeluti bisnis energi fosil seperti batu bara, menuju energi yang lebih ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Alhasil, gara-gara sentimen tersebut, saham TOBA pada perdagangan efek, Selasa (26/8/2025), panas dengan kenaikan signifikan mencapai 21,52% ke level 1.380 dari harga pada penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 1.145.
Tata Kelola
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan, Patriot Bond merupakan instrumen pembiayaan strategis yang lazim digunakan di berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.
Melalui obligasi tersebut, negara memperoleh sumber pendanaan jangka menengah hingga panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses pada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.
“Danantara Indonesia berkomitmen menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik. Setiap inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang serta memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan,” ujar Pandu dalam keterangan resmi, Selasa (26/8/2025).
Lebih dari itu, Patriot Bond juga dibangun di atas prinsip partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Sejalan dengan semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa, menurut Pandu, inisiatif ini membuka ruang bagi kelompok usaha nasional untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan Konglomerat
Prajogo berpendapat, pembangunan Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Inisiatif Danantara Indonesia melalui Patriot Bond memberi kesempatan bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam transformasi ekonomi nasional dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Bos Grup Sinar Mas Franky Widjaja juga sependapat dengan itu. Dia menilai, Patriot Bond menghadirkan manfaat ganda. “Patriot Bond yang digagas Danantara Indonesia memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Instrumen ini memberi kepastian investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan yang inklusif bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Tak ketinggalan, Boy Thohir, juga menggarisbawahi aspek gotong royong dan dampak nyata proyek yang akan didanai. Kata dia, Patriot Bond mencerminkan semangat gotong royong yang telah menjadi kekuatan bangsa ini. Melalui instrumen ini, dunia usaha dapat ikut memastikan pembiayaan pembangunan nasional lebih mandiri dan berkelanjutan. “Kami mendukung program ini, apalagi Patriot Bond ini akan mendanai proyek-proyek waste-to-energy yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






