Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 28 Agustus 2025: Menguat

Penulis : Indah Handayani
28 Aug 2025 | 09:18 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (28/8/2025). Penguatan tersebut seiring meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga bulan depan.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini menguat sebesar 12,5 poin (0,08%) ke level Rp 16.355,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,1% di level 98,13.

Sedangkan pada perdagangan Rabu (28/8/2025), mata uang rupiah sempat terpangkas sebesar 69,5 poin (0,43%) ke level Rp 16.368.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, nilai tukar dolar AS melemah pada awal perdagangan Kamis (28/8/2025), seiring meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga bulan depan. Sinyal itu muncul setelah Presiden Fed New York, John Williams, membuka peluang adanya pemangkasan.

Selain faktor kebijakan moneter, dolar juga mendapat tekanan dari langkah Presiden AS Donald Trump yang semakin agresif berupaya memengaruhi keputusan The Fed. Trump dikabarkan ingin memecat Gubernur Fed Lisa Cook dan menggantinya dengan sosok loyalis yang lebih dovish, meski langkah tersebut berpotensi memicu sengketa hukum panjang karena Cook telah menggugat untuk mempertahankan jabatannya.

Di sisi lain, Kyodo News melaporkan Kepala Negosiator Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa, membatalkan kunjungannya ke Washington yang semula dijadwalkan Kamis untuk membahas investasi Jepang di AS dalam kesepakatan tarif kedua negara. Pemerintah Jepang menyebut alasan pembatalan adalah urusan administratif yang belum rampung.

Data Ekonomi AS

Dari sisi kebijakan moneter AS, Williams menegaskan dalam wawancara dengan CNBC bahwa setiap pertemuan The Fed bersifat ‘live’ dan keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. Fokus utama pasar kini tertuju pada indeks harga PCE (ukuran inflasi favorit The Fed) yang akan dirilis Jumat, serta laporan ketenagakerjaan AS pekan depan.

Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 84% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 16-17 September mendatang. Secara kumulatif, pasar sudah menghitung adanya 56 basis poin pemangkasan hingga akhir tahun 2025.

Ekspektasi pelonggaran moneter itu menyeret imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun, yang sensitif terhadap arah kebijakan The Fed, ke posisi terendah sejak 1 Mei. Kondisi ini makin menambah tekanan pada dolar.

Sementara itu, dolar melemah 0,04% menjadi 7,1491 yuan dalam perdagangan offshore. Mata uang komoditas seperti dolar Australia justru menguat 0,09% ke level US$ 0,6512.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia