Jumat, 15 Mei 2026

Laba Emiten Bank Meroket 108%, Saham Bisa Lampaui BRIS

Penulis : Harso Kurniawan
28 Aug 2025 | 12:44 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, Investor.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencetak lonjakan laba bersih 108% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 24 miliar pada Juli 2025, melanjutkan tren kuat sepanjang tahun. Ini akan menjadi pendorong kuat saham ARTO menyentuh target harga yang dipatok tinggi.

Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), margin bunga bersih (NIM) ARTO naik 8 bps menjadi 8,9%, didorong kenaikan earning asset yield sebesar 26 bps yang bisa mengompensasi kenaikan biaya dana sebesar 16 bps, sebagai imbas dari ketatnya likuiditas.

Sementara itu, BRIDS mencatat, dana pihak ketiga dan kredit naik 2% secara bulanan pada Juli lalu, membuat LDR stabil di level 95%. Selanjutnya, fee based income melonjak 78% secara tahunan, mendorong pertumbuhan laba sebelum provisi hingga 206%.

ADVERTISEMENT

“Ini menunjukkan kuatnya keterikatan ARTO dengan para konsumen,” tulis BRIDS, dikutip Kamis (28/8/2025).  

Akan tetapi, BRIDS mencatat, provisi melonjak 287% menjadi Rp 70 miliar Juli lalu, sehingga mendorong biaya kredit menjadi 3,9%. Dari sisi pendanaan, rasio dana murah (CASA) turun menjadi 48%, seiring pertumbuhan kredit.

Per Juli 2025, BRIDS menyebutkan, laba bersih ARTO naik 146% menjadi Rp 151 miliar, setara 52% dari proyeksi setahun penuh BRIDS dan 53% konsensus analis. Pada periode ini, NIM naik 133 bps menjadi 9,3%, kendati biaya kredit melambung 205 bps menjadi 4,1%.

Hingga Juli lalu, DPK ARTO naik 49% menjadi Rp 22,9 triliun, sehingga menurunkan LDR menjadi 95,5% dari periode sama tahun lalu 103,5%.

Prospek dan Target Harga

BRIDS menilai, ARTO membukukan kinerja solid pada Juli 2025, terlihat pad akenaikan NIM dan fee based income. Ini menunjukkan kemampuan perseroan mengerek laba bersih di tengah lonjakan biaya dana dan biaya kredit.

Catatan BRIDS adalah penurunan CASA yang perlu diwaspadai. Untungnya, hubungan dengan nasabah kuat, terlihat pada naiknya fee based income.

BRIDS merekomendasikan buy saham ARTO dengan target harga Rp 3.300, mencerminkan potensi kenaikan 41% dari harga saat berita ini ditulis Rp 2.340. Jika target itu tercapai, harga ARTO bakal melampaui BRIS yang kini masih di Rp 2.700-an.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia