Jumat, 15 Mei 2026

Ramai Rumor Akuisisi, Saham Naik 119%, Free Float Tetiba Nambah

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Aug 2025 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka suspensi saham PT Link Net Tbk (LINK) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan Senin (1/9/2025) pekan depan.

Saham berkode LINK terkena suspensi sehari pada Jumat (29/8/2025) karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Saham Link Net sendiri sudah dimasukkan ke papan pemantauan khusus full call auction (FCA) sejak 31 Januari 2025 sesuai dengan kriteria 6, yaknit tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait saham free float).

Pada perdagangan Kamis (28/8/2025) saham LINK diparkir melonjak 9,28% ke Rp 3.770. Dan dalam sebulan terakhir saham ini tiba-tiba melejit 119,83% dari posisinya di Rp 1.715 pada 28 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

Saham Link Net ngacir di tengah pemberitaan rencana akuisisi emiten ini. Sejumlah nama besar disebut-sebut tertarik atas Link Net, di antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), hingga Salim dan Sinar Mas Group.

Sekretaris Perusahaan Link Net Rininta Agustina sempat memberikan klarifikasi atas pemberitaan tersebut. Menurutnya, perseroan mengetahui adanya pertimbangan awal oleh pemegang saham pengendali perseroan untuk mengakses calon investor strategis.

“Namun demikian, sampai dengan tanggal surat ini, perseroan belum menerima informasi lain dari pemegang saham pengendali perseroan mengenai hal tersebut maupun perkembangannya,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi, belum lama ini.

Di sisi lain, pengendali Link Net, yaitu Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd menjual 136.203.259 (4,76%) saham LINK di harga Rp 3.060 per saham pada 26 Agustus 2025. Nilai transaksi keseluruhannya sebesar Rp 416,78 miliar.

Sehingga Axiata Investments jadi menggenggam 70,66% saham, dari sebelumnya 75,42% saham LINK. Adapun saham free float atau saham yang dipegang masyarakat bertambah ke posisi 6,22%, dari sebelumnya 1,46% saham. Sementara sisanya masih dipegang PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXLC) 19,22% saham. Kemudian jumlah saham treasuri 3,9%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia