Jumat, 15 Mei 2026

Mereka yang Diam-diam Serok BBCA

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Sep 2025 | 07:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA diparkir turun 0,93% ke Rp 8.000 pada akhir perdagangan Senin (1/9/2025). BBCA di awal perdagangan kemarin sempat terjun lebih dari 5% tapi tekanannya kemudian mereda.

Sebanyak 421,13 juta saham BCA ditransaksikan, frekuensi 137.398 kali, dan nilai transaksi Rp 3,31 triliun. Saham Bank Central Asia dengan kode BBCA kena net sell asing besar sekali kemarin mencapai Rp 1,6 triliun.

Namun, investor domestik ternyata mengambil kesempatan dengan menyerok saham ini. Broker Stockbit Sekuritas membukukan net buy Rp 228,6 miliar untuk investor domestik, selain itu Mirae Asset Sekuritas net buy Rp 207,5 miliar juga untuk investor domestik. Ada juga BCA Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas yang masing-masing net buy Rp 186,4 miliar dan Rp 158 miliar untuk investor domestik.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menunjukkan ketahanan yang solid dan kekuatan strategi di tengah tantangan di sektor perbankan. Hal itu tampak dari laporan terbaru kinerja BBCA (bank only). Selama Januari-Juli 2025, BCA (BBCA) mencetak laba bersih (bank only) sebesar Rp 34,7 triliun atau meningkat 10,5% yoy.

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BCA (BBCA). Target harga saham BBCA berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 11.080. Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 4,8 kali.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia