Jumat, 15 Mei 2026

Saham Rp 11 Perak Ngacir 1.472%, Ada Update Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Sep 2025 | 08:14 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi sehari atas saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) pada Selasa (2/9/2025). Itu lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif signifikan atas saham PIPA sehingga dalam rangka cooling down dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara perdagangan saham PIPA tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PIPA,” jelas pengumuman BEI dikutip Selasa (2/9/2025).

Saham Multi Makmur Lemindo (PIPA) pada perdagangan Senin (1/9/2025) loncat 13,07% ke Rp 173. Saham ini melonjak 80,21% sepekan, dan terbang 127,63% sebulan. Dalam periode year to date (ytd), saham ini meroket 1.472,73% dari Rp 11.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, prospek bisnis PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) semakin cerah dengan masuknya investor baru yang diyakini akan memperkuat kinerja perseroan. Emiten produsen material bahan bangunan berbahan dasar PVC ini dalam satu bulan terakhir berhasil menarik minat investor strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh PT Morris Capital Indonesia, yang tengah mempercepat proses uji tuntas rencana pengambilalihan saham PIPA dari para pemegang saham pengendali, yakni Junaedi, Susyanalief, Nanang Saputra, dan Hendrik Saputra. Sebagai bagian dari proses tersebut, Morris Capital telah merealisasikan pembelian 174,67 juta saham PIPA pada 8 Agustus 2025 dengan harga Rp 80 per saham.

“Pelaksanaan rencana pengambilalihan akan dilakukan dengan memperhatikan seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aturan di bidang pasar modal,” tulis Morris Capital dalam keterangannya dikutip Rabu (27/8/2025).

Direktur Utama Multi Makmur Lemindo, Imanuel Kevin Mayola, menyambut positif langkah Morris Capital. Menurutnya, masuknya investor baru akan membawa nilai tambah dan memperkuat fundamental perseroan.

“Kami harap proses pengambilalihan oleh Morris Capital berjalan lancar dan bisa mendorong minat investor pasar modal terhadap saham PIPA. Kehadiran mereka akan meningkatkan valuasi sekaligus memberikan optimisme baru bagi perseroan,” ujar Imanuel Kevin dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8/2025).

Thunderbird

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia