Saham Rp 11 Perak Ngacir 1.472%, Ada Update Ini
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi sehari atas saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) pada Selasa (2/9/2025). Itu lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif signifikan atas saham PIPA sehingga dalam rangka cooling down dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
“Penghentian sementara perdagangan saham PIPA tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PIPA,” jelas pengumuman BEI dikutip Selasa (2/9/2025).
Baca Juga:
Mereka yang Diam-diam Serok BBCASaham Multi Makmur Lemindo (PIPA) pada perdagangan Senin (1/9/2025) loncat 13,07% ke Rp 173. Saham ini melonjak 80,21% sepekan, dan terbang 127,63% sebulan. Dalam periode year to date (ytd), saham ini meroket 1.472,73% dari Rp 11.
Sebelumnya diberitakan, prospek bisnis PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) semakin cerah dengan masuknya investor baru yang diyakini akan memperkuat kinerja perseroan. Emiten produsen material bahan bangunan berbahan dasar PVC ini dalam satu bulan terakhir berhasil menarik minat investor strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh PT Morris Capital Indonesia, yang tengah mempercepat proses uji tuntas rencana pengambilalihan saham PIPA dari para pemegang saham pengendali, yakni Junaedi, Susyanalief, Nanang Saputra, dan Hendrik Saputra. Sebagai bagian dari proses tersebut, Morris Capital telah merealisasikan pembelian 174,67 juta saham PIPA pada 8 Agustus 2025 dengan harga Rp 80 per saham.
Baca Juga:
Ada yang Bakal Kerek Harga Saham ADRO“Pelaksanaan rencana pengambilalihan akan dilakukan dengan memperhatikan seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aturan di bidang pasar modal,” tulis Morris Capital dalam keterangannya dikutip Rabu (27/8/2025).
Direktur Utama Multi Makmur Lemindo, Imanuel Kevin Mayola, menyambut positif langkah Morris Capital. Menurutnya, masuknya investor baru akan membawa nilai tambah dan memperkuat fundamental perseroan.
“Kami harap proses pengambilalihan oleh Morris Capital berjalan lancar dan bisa mendorong minat investor pasar modal terhadap saham PIPA. Kehadiran mereka akan meningkatkan valuasi sekaligus memberikan optimisme baru bagi perseroan,” ujar Imanuel Kevin dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8/2025).
Thunderbird
Tak hanya itu, PIPA juga menjalin kesepakatan dengan PT Thunderbird, representatif dari Liantong & Equipment Group & Co (L&T Group) asal Ningbo, China. Perusahaan tersebut berpengalaman di sektor peralatan mesin dan pabrikan petrokimia, termasuk penyulingan Magnesium Oxide (MGO) dan Crude Palm Oil (CPO).
Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi PIPA untuk memperluas portofolio bisnisnya ke sektor oil & gas dan pengembangan teknologi manufaktur produk polyethylene, seperti pipa HDPE. “Kehadiran Morris Capital dan Thunderbird mempertegas arah bisnis perseroan yang semakin prospektif. Kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tambah Imanuel Kevin.
Saat ini, Morris Capital masih melanjutkan proses uji tuntas dan berkomitmen untuk menyelesaikan rencana pengambilalihan PIPA. Setelah menjadi pengendali baru, Morris Capital juga akan melaksanakan tender offer wajib sesuai dengan POJK No. 9/2018.
Sementara itu, kerja sama dengan L&T Group melalui Thunderbird diharapkan menjadi pintu masuk PIPA untuk merambah sektor energi dan memperkuat penguasaan teknologi manufaktur plastik modern.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



