Jumat, 15 Mei 2026

Investor Baru Masuk, Pengendali Lama LAPD Terus Kurangi Kepemilikan

Penulis : Indah Handayani
2 Sep 2025 | 08:44 WIB
BAGIKAN
PT Leyand International Tbk. Foto ilustrasi: Perseroan
PT Leyand International Tbk. Foto ilustrasi: Perseroan

JAKARTA, investor.id – Pergerakan kepemilikan saham PT Leyand International Tbk (LAPD) kembali jadi sorotan pasar. Di tengah rencana akuisisi mayoritas saham LAPD oleh PT JSI Sinergi Mas, pengendali lama yakni Layman Holdings PTE LTD terus mencicil menjual sahamnya hingga kini hanya menyisakan 3,03%.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Layman Holdings mulai melepas saham sejak 18 Juli 2025. Awalnya, kepemilikan 1,2 miliar saham berkurang menjadi 1,12 miliar setelah penjualan 80 juta saham di harga Rp 25 per saham.

Penjualan berlanjut pada 23 Juli 2025 sebanyak 400 juta saham di harga Rp37, sehingga kepemilikan Layman Holdings turun ke 18,15%. Aksi jual kembali terjadi pada 14 Agustus 2025 dengan 20,2 juta saham, lalu pada 20 Agustus 2025 sebanyak 44,94 juta saham di harga Rp89.

ADVERTISEMENT

Terakhir, pada 21 Agustus 2025, Layman Holdings melepas 534,85 juta saham di harga Rp89. Kini, saham yang tersisa hanya 119,99 juta lembar atau setara 3,03%.

Direktur Utama Leyand International (LAPD) Bambang Rahardja Burhan, mengonfirmasi transaksi tersebut. Menurutnya, langkah Layman Holdings merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menarik investor strategis.

“Perseroan dan pemegang saham berkomitmen memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia,” kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).

Pengambilalihan Saham Mayoritas

Seperti diketahui, LAPD telah mengumumkan rencana pengambilalihan 51% saham mayoritas oleh PT JSI Sinergi Mas, perusahaan holding yang bergerak di sektor batu bara dan mineral.

Di luar isu kepemilikan saham, Leyand International juga tengah memperkuat bisnis melalui pembangunan gudang baru lewat anak usaha PT Rusindo Eka Raya (RER), yang ditargetkan selesai pada kuartal II-2026. Perusahaan juga menambah armada distribusi dan memperbaiki struktur keuangan agar profitabilitas semakin membaik.

“Dengan langkah ini, kami optimistis perseroan bisa memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham LAPD,” ujar Bambang

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia