Harga Emas Dilanda Profit Taking, Pasar Harap-harap Cemas Jelang Data AS
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (4/9/2025), dilanda aksi profit taking menyusul reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sehari sebelumnya. Kini perhatian pasar tertuju pada daya nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS), sebagai penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,38% ke level US$3.545,8 per ons, setelah pada Rabu (3/9/2025) sempat menembus rekor baru US$3.578,50. Reli harga emas sehari sebelumnya dipicu melemahnya data lowongan pekerjaan di AS yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, sekaligus menjaga minat terhadap aset safe haven.
Data terbaru juga menunjukkan klaim pengangguran baru di AS naik lebih tinggi dari perkiraan, menambah sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.
“Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar. Karena itu, laporan pekerjaan bulanan besok menjadi fokus utama. Setiap perubahan prospek langsung memengaruhi dolar AS, dan pada akhirnya berdampak ke emas,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.
Beberapa pejabat The Fed yang berbicara Rabu menegaskan, kekhawatiran atas pasar tenaga kerja masih menjadi alasan utama keyakinan mereka bahwa pemangkasan suku bunga masih diperlukan.
Menurut CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang 98% The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan periode ketidakpastian.
Prediksi Harga Emas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






