Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Dilanda Profit Taking, Pasar Harap-harap Cemas Jelang Data AS

Penulis : Indah Handayani
5 Sep 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (4/9/2025), dilanda aksi profit taking menyusul reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sehari sebelumnya. Kini perhatian pasar tertuju pada daya nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS), sebagai penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,38% ke level US$3.545,8 per ons, setelah pada Rabu (3/9/2025) sempat menembus rekor baru US$3.578,50. Reli harga emas sehari sebelumnya dipicu melemahnya data lowongan pekerjaan di AS yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, sekaligus menjaga minat terhadap aset safe haven.

Data terbaru juga menunjukkan klaim pengangguran baru di AS naik lebih tinggi dari perkiraan, menambah sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar. Karena itu, laporan pekerjaan bulanan besok menjadi fokus utama. Setiap perubahan prospek langsung memengaruhi dolar AS, dan pada akhirnya berdampak ke emas,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

Beberapa pejabat The Fed yang berbicara Rabu menegaskan, kekhawatiran atas pasar tenaga kerja masih menjadi alasan utama keyakinan mereka bahwa pemangkasan suku bunga masih diperlukan.

Menurut CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang 98% The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan periode ketidakpastian.

Prediksi Harga Emas

Standard Chartered mempediksi, harga emas masih berpotensi mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan itu didukung tingginya permintaan safe haven akibat ketidakpastian global, termasuk isu tarif perdagangan serta meningkatnya kekhawatiran atas independensi The Fed.

Ketidakpastian semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, langkah yang memicu tantangan hukum serius dan menimbulkan kekhawatiran baru mengenai independensi bank sentral.

Dari Eropa, Gubernur Bank Sentral Polandia Adam Glapinski menyatakan, akan mengusulkan peningkatan porsi emas dalam cadangan devisa negaranya menjadi 30% dari saat ini 20%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia