Harga Emas Bisa ke US$ 5.000, Kata Goldman Sachs
JAKARTA, investor.id - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat Federal Reserve (The Fed) diperkirakan dapat menaikkan harga emas hingga mencapai US$ 5.000 per ons.
Pasalnya, ketegangan tersebut berisiko menurunkan kepercayaan investor terhadap Dolar AS. Hal itu diungkapkan oleh para analis di Goldman Sachs.
"Jika 1% dari pasar obligasi pemerintah AS milik swasta beralih ke emas, harga emas akan naik menjadi hampir $5.000 per troy ounce," ungkap salah satu kepala riset komoditas global di Goldman Sachs, Daan Struyven, dikutip dari Mining.com, Jumat (5/9/2025).
Para analis Goldman Sachs, dalam sebuah catatan mengatakan bahwa upaya Trump untuk mengintervensi bank sentral AS dapat semakin mengikis kepercayaan terhadap aset-aset berdenominasi dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Catatan tersebut muncul hanya sehari setelah harga emas dunia menembus kisaran USD$ 3.560 per ons. Harga logam mulia telah naik 35% sepanjang tahun 2025, karena investor dan bank sentral mengincar emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan kekhawatiran utang AS.
Kenaikan terbaru ini sekaligus didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang dapat menguntungkan aset-aset non-imbal hasil seperti emas.
"Skenario di mana independensi The Fed terganggu kemungkinan akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi, harga saham dan obligasi jangka panjang yang lebih rendah, serta terkikisnya status dolar sebagai mata uang cadangan," ujar Struyven.
Di sisi lain, Struyven juga mencatat, emas memiliki keunggulan di mana penyimpan nilainya tidak bergantung pada kepercayaan institusional.
Goldman Sachs memprediksi, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mencapai rata-rata US$ 3.700 pada akhir 2025, kemudian lanjut naik ke kisaran US$ 4.000 pada pertengahan 2026, dengan asumsi pembelian bank sentral tetap kuat.
Namun, skenario tersebut belum termasuk hitungan dari potensi :pergerakan besar" keluar dari aset dolar, seperti obligasi, oleh investor swasta, yang menurut Goldman dapat mendorong harga emas lebih tinggi lagi.
Pada hari Kamis (5/9), harga emas spot turun 0,38% ke level US$ 3.545,8 per ons.
Harga Emas Dilanda Profit Taking
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






