Jumat, 15 Mei 2026

Investasi Emas Tetap Marak, meski Harga Tembus Rp 2 Juta/gram

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
5 Sep 2025 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Petugas menata emas Antam imitasi di gerai Gadai Emas dan Cicil Emas BSI di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta pada 6 Juli 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)
Petugas menata emas Antam imitasi di gerai Gadai Emas dan Cicil Emas BSI di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta pada 6 Juli 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

JAKARTA, investor.id - Bank Syariah Indonesia (BSI) menyoroti perkembangan konsumsi emas di Indonesia, yang mayoritas masih dalam bentuk perhiasan dan secara perlahan konsumsi.

“Konsumsi emas per kapita Indonesia hanya 0,16gram/kapita. Ini masih lebih rendah dibanding negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam," ungkap Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (5/9/2025).

Namun, BSI melihat konsumsi emas lantakan sebagai instrumen investasi mulai meningkat, sejalan dengan edukasi.

ADVERTISEMENT

‘’Kami melihat bahwa fokus bisnis kami di BSI sejalan dengan tren masyarakat yang mulai melirik investasi safe haven seperti emas. Harga emas ini telah menembus Rp 2 juta per gram," jelasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas menunjukkan kenaikan di tengah ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik dunia. Kondisi ini mendorong tren permintaan nasabah BSI terhadap investasi emas. Hal itu tercermin dari pembiayaan cicil emas BSI yang tumbuh 117,35% pada Juli 2025 year on year. 

Masyarakat melihat harga emas di dalam negeri naik tinggi hingga mencapai 40% dalam satu tahun karena per hari (4/9) telah menembus Rp2 juta per gram.

"Kami bersyukur hingga Mei 2025 pembiayaan BSI tumbuh 15% secara Year on Year (YOY). Pertumbuhan tertinggi di segmen Konsumer terutama pembiayaan berbasis emas yakni Cicil dan Gadai Emas yang tumbuh 68,68% YOY. Pembiayaan cicil emas sendiri tumbuh 175% YOY dan ini masuk sebagai pembiayaan yang aman karena memiliki performance bagus dan underlying asset yang solid berupa emas batang," papar Anton.

Seperti diketahui, BSI membuka layanan bulion bank yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Februari 2025.

Selain itu, BSI juga bekerjasama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk meluncurkan emas batangan bernama BSI Gold seri EMASKU BSI yang tersertifikasi SNI dengan karatase 99,99 persen.  Adapun layanan BSI Gold yang tersedia melalui skema pembiayaan BSI Cicil Emas.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia