Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Sentuh Rekor US$ 3.600, Naik 37% di 2025

Penulis : Indah Handayani
6 Sep 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas 
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia melonjak 1% lebih dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang (all time high/ATH) di US$ 3.600 per ons pada Jumat (5/9/2025). Penguatan itu didorong data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Dikutip dari Reuters, kondisi tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Harga emas spot naik 1,15% menjadi US$ 3.586,7 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di level US$ 3.600,1. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,3% ke US$3.653,30 per ons. Dengan lonjakan ini, emas mencatat kinerja mingguan terbaik dalam hampir empat bulan terakhir.

Sepanjang tahun 2025, harga emas sudah melesat 37% setelah naik 27% pada 2024. Kenaikan ini ditopang oleh pelemahan dolar AS, pembelian emas oleh bank sentral, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS melemah tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%. Pasar menafsirkan hal ini sebagai sinyal pelemahan kondisi tenaga kerja.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan 90% peluang The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, dan 10% peluang pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin.

“Harga emas mencetak rekor baru karena pelemahan tren ketenagakerjaan membuka jalan bagi serangkaian pemangkasan suku bunga The Fed,” ujar Tai Wong, analis logam independen.

Prospek Emas Positif

Menurut Wong, prospek emas tetap positif karena isu pasar tenaga kerja kini lebih dominan ketimbang inflasi, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, ia menilai harga emas masih cukup jauh dari potensi mencapai level US$ 4.000 per ons, kecuali terjadi gejolak besar.

Sejumlah analis juga menyoroti independensi The Fed sebagai faktor penting dalam menentukan arah harga emas. Isu ini semakin mencuat setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook serta terus menekan bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, cenderung menjadi pilihan utama investor ketika suku bunga rendah dan ketidakpastian tinggi.

Sementara itu, China dan India, dua konsumen emas terbesar dunia, mencatat penurunan permintaan fisik pekan ini akibat harga emas yang menembus rekor.

Data cadangan emas bank sentral China untuk Agustus yang akan dirilis pada Minggu diperkirakan tidak mencerminkan lonjakan harga September, namun tetap bisa memberi gambaran mengenai tren permintaan bank sentral.

Selain emas, harga perak naik 0,8% menjadi US$ 40,98 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan tiga pekan beruntun. Platinum menguat 0,5% ke US$ 1.373,92 per ons, sementara paladium turun 1,5% ke US$ 1.110,32 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia