Wall Street Melemah, Data Tenaga Kerja AS Picu Kegalauan
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/9/2025). Laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, meski di sisi lain memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,32% menjadi 6.481,50. Nasdaq Composite melemah tipis 0,03% ke 21.700,39. Sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 220,43 poin (0,48%) ke level 45.400,86.
Ketiga indeks utama sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di awal perdagangan, dengan Nasdaq mencatatkan level 21.878,81, Dow Jones 45.770,2, dan S&P 500 di 6.532,65. Namun, sentimen berubah usai data tenaga kerja dirilis.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, ekonomi hanya menambah 22 ribu lapangan kerja pada Agustus, jauh di bawah perkiraan ekonom Dow Jones yang memproyeksikan 75 ribu. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%, sesuai dengan ekspektasi.
Kondisi tersebut memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar kini memperkirakan 90% peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin pada September, dan 10% peluang pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin, menurut FedWatch Tool.
“Pertumbuhan lapangan kerja yang melambat, ditambah kenaikan tingkat pengangguran dan pelemahan upah, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentumnya. Data ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Managing Partner Harris Financial Group Jamie Cox.
Pergerakan Mingguan
Meski ditutup melemah, secara mingguan S&P 500 dan Nasdaq masih mencatat penguatan masing-masing 0,33% dan 1,14%. Sebaliknya, Dow Jones terkoreksi 0,32% dalam sepekan.
Saham perbankan besar seperti JPMorgan dan Wells Fargo melemah karena investor khawatir perlambatan ekonomi akan menekan pertumbuhan kredit. Sektor industri juga tertekan, dengan saham Boeing dan GE Aerospace ditutup turun.
Namun, Broadcom menjadi bintang perdagangan setelah reli 9,4% berkat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street.
Sebaliknya, saham Nvidia terkoreksi 2,7%, karena hasil Broadcom memicu kekhawatiran meningkatnya persaingan di sektor chip berbasis kecerdasan buatan (AI). Saham Palantir juga melemah sekitar 2%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






