Manajemen Tepis Kabar PHK Massal di Pabrik Gudang Garam (GGRM)
TUBAN, investor.id – Sebuah video yang mengklaim telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) di Tuban, Jawa Timur, dipastikan tidak benar. Manajemen pabrik setempat menegaskan bahwa kabar yang viral di media sosial tersebut adalah hoaks.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @rumpi_gosip menyebut telah terjadi PHK di salah satu pabrik rokok Gudang Garam di Tuban. Video ini pun viral di jagad media sosial.
“Viral di media sosial pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di pabrik rokok PT Gudang Garam, Tuban, Jawa Timur. Kabar ini menghebohkan jagat maya,” tulis narasi unggahan video tersebut.
PT Merdeka Nusantara selaku Mitra Produksi Gudang Garam (MPGG) Tuban membantah narasi tersebut. Kepala Human Resources Development (HRD) PT Merdeka Nusantara, Adib Musyafa memastikan bahwa video yang beredar bukan berasal dari Tuban dan kondisi pekerja di pabrik saat ini masih aman.
“Terkait video yang viral itu, dipastikan bukan dari Tuban. Untuk di Tuban aman, saat ini tidak ada PHK,” ujar Adib, dikutip pada Minggu (7/9/2025).
Sebagai bukti, Adib memaparkan bahwa hingga saat ini, MPGG Tuban masih mempekerjakan sekitar 800 sampai 850 orang pekerja, dan semuanya masih aktif. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan memang rutin melakukan evaluasi produktivitas karyawan, namun hal itu tidak secara otomatis berujung pada PHK.
“Saat ini ada sekitar 850 pekerja dengan 90% di antaranya adalah perempuan. Evaluasi dilakukan secara berkala, tapi tidak otomatis mengarah pada PHK. Semua berbasis pada kinerja dalam periode tertentu,” imbuhnya.
Manajemen berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu merujuk pada sumber resmi perusahaan untuk menghindari kesalahpahaman.
Saham GGRM
Saham GGRM pada penutupan perdagangan Kamis (4/9/2025) terpantau meningkat 2,62% atau naik 225 poin ke posisi 8.800. Menandai pergerakan positif saham GGRM selama sepekan kemarin dengan kenaikan yang sama besar yaitu 2,62%.
Namun demikian saham GGRM masih tercatat turun 33,71% secara tahun berjalan (year to date/ytd), yang memang masih cenderung bergerak dalam tren bearish. Ini juga sempat ditegaskan oleh BRI Danareksa Sekuritas, baru-baru ini.
Dari sisi kinerja, Gudang Garam (GGRM) membukukan laba bersih Rp 117,1 miliar pada semester I-2025, anjlok 87,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 925,5 miliar.
Pendapatan GGRM juga terpangkas 11,29% menjadi Rp 44,3 triliun dari Rp 50 triliun. Adapun laba bruto perseroan ambles 25,2% menjadi Rp 3,7 triliun. Laba usaha juga tergerus 68,1% menjadi Rp 513,7 miliar dari Rp 1,6 triliun.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




