Jumat, 15 Mei 2026

Saham PANI Malah Anjlok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Sep 2025 | 15:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi: Menara Syariah PIK2. Ist
Ilustrasi: Menara Syariah PIK2. Ist

JAKARTA, investor.id - Saham emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 malah merosot usai perseroan mengumumkan rencana rights issue jumbo dan memperkuat kepemilikan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Pada perdagangan Senin (8/9/2025), jelang penutupan sekitar pukul 15.32 WIB, saham PANI -3,78% ke Rp 14.600. Sudah sebanyak 15,37 juta saham ditransaksikan, frekuensi 15.270 kali, dan nilai transaksi Rp 227,93 miliar.

Saham PIK2 banyak dilepas. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham emiten properti ini membukukan net sell Rp 112,7 miliar. Sebelumnya, pada perdagangan 3 dan 4 September 2025 saham PANI juga melorot masing-masing -2,05% dan -2,25%.

ADVERTISEMENT

Saham PANI malah melemah usai perseroan mengumumkan rencana rights issue dan penambahan kepemilikan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

PIK2 (PANI) akan kembali melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD III) alias rights issue. Emiten yang dipimpin Sugianto Kusuma atau Aguan ini bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.212.536.300 saham baru. Rights issue akan dilakukan setelah peroleh restu RUPSLB pada 9 Oktober 2025.

Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD III, setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMHMETD III akan di antaranya digunakan PIK2 (PANI) untuk melakukan penambahan penyertaan saham pada anak usahanya, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melalui pembelian saham sebanyak-banyaknya 44,10% saham CBDK yang dimiliki PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Saat ini PIK2 (PANI) menguasai 45,09% saham CBDK. Sehingga setelah transaksi itu nantinya PANI bakal mencengkeram 90% saham CBDK.

PANI berencana untuk melakukan rencana transaksi berupa penambahan penyertaan saham pada CBDK melalui pembelian saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp 16,125 triliun yang saat ini dimiliki oleh AS dan TMJ. Kedua perusahaan itu menggenggam total 2,5 miliar saham CBDK, sehingga asumsi harga transaksi per sahamnya Rp 6.450.

Stockbit Sekuritas menyebutkan, dengan asumsi perolehan dana Rp 16,73 triliun dari penerbitan saham baru hingga 1,21 miliar lembar, maka estimasi harga pelaksanaan minimum atas rights issue PANI berada di kisaran Rp 13.800 per saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia