Wall Street Naik Berjemaah, Nasdaq Ukir Rekor Tertinggi
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup aik berjemaah pada perdagangan Senin (8/9/2025). Bahkan, Nasdaq yang sarat saham teknologi mengukir rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) penutupan. Pasar kini menanti rilis data inflasi utama pekan ini untuk mencari arah kebijakan The Fed.
Dikutip dari CNBC internasional, Nasdaq naik 0,45% menjadi 21.798,7, sekaligus mencetak rekor tertinggi penutupan, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa intraday. S&P 500 menguat 0,21% ke level 6.495,15. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 114,09 poin (0,25%) dan berakhir di 45.514,95.
Kenaikan Wall Street dipimpin oleh saham produsen chip Broadcom yang naik 3%, disusul Nvidia yang menguat hampir 1% setelah sempat tertekan sepanjang bulan lalu. Raksasa teknologi lain seperti Amazon dan Microsoft juga mencatatkan kenaikan.
Investment Strategist di Baird Private Wealth Management Ross Mayfield mengatakan, momentum belanja terkait kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan infrastruktur penunjangnya masih kuat dan tidak hanya terfokus pada kelompok ‘Magnificent Seven’.
“Rata-rata saham teknologi saat ini juga tampil sangat baik. Ada kekuatan yang cukup luas di pasar saat ini,” ujar Mayfield.
Menanti Data Inflasi AS
Pelaku pasar kini menunggu rilis dua data penting inflasi AS pekan ini. Indeks harga produsen (PPI) untuk Agustus akan diumumkan pada Rabu (10/9/2025), disusul indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis (11/9/2025).
Data tersebut menyusul laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang mengecewakan pada Jumat lalu. Laporan tersebut memicu harapan investor bahwa The Fed hampir pasti memangkas suku bunga acuannya pada rapat akhir September.
Bahkan, sebagian pelaku pasar melihat peluang adanya pemangkasan yang lebih agresif hingga 50 basis poin, menurut data CME FedWatch.
Mayfield menambahkan, saat ini kondisi pasar tengah menunggu katalis. engan posisi indeks di rekor tertinggi sepanjang masa dan periode musiman yang cenderung lemah, ada potensi pasar bergerak sedikit melemah sambil menunggu rilis CPI. “Kecuali ada kejutan besar terkait tarif atau perdagangan,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






