Sebenarnya Ada Apa dengan Saham BBCA BMRI Cs?
10 Sep 2025 | 06:30 WIB
JAKARTA, investor.id - Saham 4 big banks berguguran pada perdagangan Selasa (9/9/2025) dengan net sell asing deras. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA terpuruk 2,27% ke Rp 7.525 di mana asing membukukan net sell mencapai Rp 2,1 triliun.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok 4,01% ke Rp 4.310 dengan asing membukukan net sell Rp 1,37 triliun. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melemah 2,82% ke Rp 3.790, asing net sell Rp 468,65 miliar. Dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI turun 2,39% ke Rp 4.080, asing membukukan net sell Rp 223,5 miliar.
Berdasarkan data pada aplikasi Indo Premier Sekuritas, dalam periode 2 Januari 2025 sampai 10 September 2025, saham BBCA membukukan net sell asing Rp 26,81 triliun, saham BMRI net sell asing Rp 15,22 triliun, saham BBNI net sell asing Rp 3,53 triliun, dan saham BBRI net sell asing Rp 1,52 triliun.
Saham BBCA sendiri dalam periode year to date (ytd) ambles 22,22%, saham BMRI merosot 24,39%, saham BBRI anjlok 7,11%, dan saham BBNI tertekan 6,21%.
Aksi jual asing tercatat paling banyak di saham perbankan big caps, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Menurut Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, hal ini lebih karena faktor likuiditas, bukan fundamental. “Perbankan Indonesia masih solid dengan NIM tinggi, pertumbuhan kredit stabil, dan LDR sehat. Koreksi saat ini lebih bersifat sentimen,” jelas David.
Baca Juga:
Siap-siap Laba PANI Melonjak DrastisHead of Research Korean Investment and Securities Indonesia, Muhammad Wafi menyebutkan, untuk jangka pendek bisa wait and see dulu, tapi jangka menengah-panjang ini kesempatan mencicil saham perbankan besar karena valuasinya sudah relatif murah.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






