Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Bisa Sentuh US$ 3.800? Ini Skenarionya

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
10 Sep 2025 | 12:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Pergerakan Harga Emas Dunia.
Ilustrasi Pergerakan Harga Emas Dunia.

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia telah melonjak tajam melampaui level US$ 3.600 per ons seiring persiapan pasar dalam menghadapi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (10/9/2025) COO dan manajer portofolio senior di KraneShares Mount Lucas Managed Futures Index Strategy ETF, Jerry Prior memperkirakan harga emas berpeluang mencapai level US$ 3.800 tahun ini, seiring dengan perubahan kebijakan moneter Federal Reserve dan pelonggaran suku bunga.

Meskipun ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akan terus mendukung kenaikan harga emas, Prior mengungkap skenario bullish lain yang belum diperhitungkan pasar.

Prior melihat perlambatan ekonomi dan penurunan pasar tenaga kerja memperluas ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.Namun, terdapat kemungkinan isu tarif perdagangan diselesaikan, sehingga inflasi akan mulai stabil.

Menurut Prior, yang menjadi pertanyaan saat ini, adalah seberapa agresif The Fed akan memangkas suku bunga, dan apakah kredibilitas bank sentral akan terus dipertanyakan karena meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya.

Dia menyebut, setelah pertemuan kebijakan moneter minggu depan, investor perlu memperhatikan ekspektasi suku bunga bank sentral, yang juga disebut sebagai dot plot.

"Jika kita mendapatkan satu atau dua pemangkasan seperempat poin lagi tahun ini, maka saya pikir kita akan melihat harga emas mencapai puncaknya. Namun, jika Federal Reserve mengisyaratkan pemangkasan 200 poin untuk tahun depan, maka emas memiliki lebih banyak ruang," kata Prior.

Namun, Prior menambahkan bahwa prospek ini masih terkait dengan jangka pendek kurva imbal hasil. Ia menunjukkan bahwa secara tradisional, emas sangat sensitif terhadap pergerakan imbal hasil obligasi yang lebih pendek, dan penurunan imbal hasil akan mendukung harga yang lebih tinggi.

Sementara itu, pasar belum terlalu memperhatikan jangka panjang kurva imbal hasil. Prior membeberkan, bahwa sejauh ini, penguatan kurva imbal hasil secara bullish telah bergerak seperti yang diharapkan dalam siklus pelonggaran. Namun, risikonya adalah karena kenaikan utang, obligasi jangka panjang dapat naik lebih tinggi dari yang diperkirakan, sehingga meningkatkan biaya utang bahkan ketika suku bunga menurun.

Pelemahan Dolar AS Menguntungkan Emas

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 12 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia