Harga Emas Bisa Sentuh US$ 3.800? Ini Skenarionya
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia telah melonjak tajam melampaui level US$ 3.600 per ons seiring persiapan pasar dalam menghadapi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (10/9/2025) COO dan manajer portofolio senior di KraneShares Mount Lucas Managed Futures Index Strategy ETF, Jerry Prior memperkirakan harga emas berpeluang mencapai level US$ 3.800 tahun ini, seiring dengan perubahan kebijakan moneter Federal Reserve dan pelonggaran suku bunga.
Meskipun ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akan terus mendukung kenaikan harga emas, Prior mengungkap skenario bullish lain yang belum diperhitungkan pasar.
Prior melihat perlambatan ekonomi dan penurunan pasar tenaga kerja memperluas ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.Namun, terdapat kemungkinan isu tarif perdagangan diselesaikan, sehingga inflasi akan mulai stabil.
Menurut Prior, yang menjadi pertanyaan saat ini, adalah seberapa agresif The Fed akan memangkas suku bunga, dan apakah kredibilitas bank sentral akan terus dipertanyakan karena meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya.
Dia menyebut, setelah pertemuan kebijakan moneter minggu depan, investor perlu memperhatikan ekspektasi suku bunga bank sentral, yang juga disebut sebagai dot plot.
"Jika kita mendapatkan satu atau dua pemangkasan seperempat poin lagi tahun ini, maka saya pikir kita akan melihat harga emas mencapai puncaknya. Namun, jika Federal Reserve mengisyaratkan pemangkasan 200 poin untuk tahun depan, maka emas memiliki lebih banyak ruang," kata Prior.
Namun, Prior menambahkan bahwa prospek ini masih terkait dengan jangka pendek kurva imbal hasil. Ia menunjukkan bahwa secara tradisional, emas sangat sensitif terhadap pergerakan imbal hasil obligasi yang lebih pendek, dan penurunan imbal hasil akan mendukung harga yang lebih tinggi.
Sementara itu, pasar belum terlalu memperhatikan jangka panjang kurva imbal hasil. Prior membeberkan, bahwa sejauh ini, penguatan kurva imbal hasil secara bullish telah bergerak seperti yang diharapkan dalam siklus pelonggaran. Namun, risikonya adalah karena kenaikan utang, obligasi jangka panjang dapat naik lebih tinggi dari yang diperkirakan, sehingga meningkatkan biaya utang bahkan ketika suku bunga menurun.
Pelemahan Dolar AS Menguntungkan Emas
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






