Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Dipengaruhi Data Inflasi AS
JAKARTA, investor – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (11/9/2025). Penguatan itu dipengaruhi data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terlihat menguat 2,5 poin (0,02%) ke level Rp 16.467. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,07% menjadi 97,84. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat sebesar 12 poin (0,07%) ke level Rp 16.469,5 pada Rabu (10/9/2025).
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini bakal menguat kisaran Rp16.400-Rp16.500. “Penguatan itu dipengaruhi oleh faktor global melemahnya index dollar sehubungan dengan data inflasi dr sisi produsen yang lebih rendah dari ekspektasi pasar,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (11/9/2025).
Mengutip Xinhua, Producer Price Index (PPI) AS menurun 0,1% pada bulan Agustus 2025, jauh di bawah perkiraan yakni kenaikan 0,3%. Untuk PPI Inti, juga menurun 0,1%, di bawah dugaan yakni peningkatan 0,3%. Capaian tersebut dinilai meningkatkan ekspektasi penurunan bunga acuan The Fed.
“Inflasi sisi produsen AS yang rendah mengindikasikan bahwa kebijakan tarif Trump tidak berdampak terhadap harga-harga penjualan barang & jasa AS disebabkan tingkat kompetisi sangat ketat, sehingga produsen tidak berani menaikkan harga, mengurangi margin keuntungan, dan meningkatkan efiesiensi dengan teknologi,” ucap Rully.
Dalam jangka menengah dan panjang, Rully menyebut, kurs rupiah disebut akan mengikuti fundamental, yang berarti dapat menguat lebih dari 10%. “Dengan dolar AS yang sudah melemah 10% sejak level terkuatnya karena isu tarif, seharusnya dalam jangka menengah-panjang rupiah setidaknya menguat lebih dari 10% kembali level Rp 15 ribuan,” kata Rully.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






