Jumat, 15 Mei 2026

Bos Gudang Garam (GGRM) Bongkar Tantangan Berat Industri Rokok

Penulis : Erta Darwati
12 Sep 2025 | 09:59 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Gudang Garam. (Perseroan)
Ilustrasi Gudang Garam. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) membongkar tantangan yang dihadapi perseroan pada tahun ini. Perusahaan masih menaruh harapan pada lini bisnisnya sebagai produsen rokok.

Direktur dan Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman mengatakan bahwa tekanan daya beli masyarakat dan ketidakpastian kebijakan cukai rokok menjadi tantangan terberat bagi perseroan saat ini.

Dia mengaku tidak terlalu pesimis dengan daya beli yang terus menurun, tetapi juga tidak memiliki gambaran yang jelas dengan arah kebijakan cukai ke depannya.

ADVERTISEMENT

Heru menjelaskan bahwa kehilangan pangsa pasar akan sangat berbahaya, sehingga saat ini perseroan sedang berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar.

"Kehilangan market share dan [konsumen] beralih ke pilihan rokok lain, nanti untuk memperoleh [pasarnya] kembali, tidak hanya sekedar harga kembali normal terus otomatis balik," katanya dalam public expose live 2025, Kamis (11/9/2025).

Sementara itu, Direktur GGRM Istata Siddharta menegaskan bahwa penurunan kinerja keuangan tidak hanya melanda perseroannya saja, tapi juga dirasakan seluruh industri tembakau di Indonesia.

"Kami cukup optimis bahwa pemerintah akan memperhatikan kondisi ini dan akan melakukan perubahan yang diperlukan untuk memperbaiki struktur cukai dan melakukan penindakan untuk rokok-rokok tanpa cukai,” katanya.

Menurutnya dengan adanya tindakan dari pemerintah maka harapannya industri tembakau di Indonesia akan menjadi lebih sehat dalam beberapa tahun ke depan.

Adapun, GGRM akan berfokus pada lini bisnis yang ada saat ini dan belum memiliki rencana untuk melakukan inovasi produk baru atau diversfikasi usaha. 

"Ini menjadi tantangan yang besar. Industri manapun kalau diversifikasi hasilnya akan memakan waktu beberapa tahun atau mungkin lebih lama dari itu,” ujarnya.

Sementara itu, GGRM juga tidak terlalu mengandalkan produk rokok elektrik yang diminati kawula muda sebagai penikmat rokok. GGRM telah memiliki tiga anak usaha yang menjalankan bisnis rokok elektrik. 

"Rokok elektrik adalah segmen yang kita tetap perhatikan dan kita juga mencoba-coba, tapi tidak terlalu banyak yang diharapkan karena rokok elektrik ini lebih banyak di level menengah ke atas," kata Heru.

Berdasarkan kinerja keuangan, GGRM mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 117,1 miliar hingga semester I-2025. Laba ini anjlok 87,3% dibandingkan Rp 925,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia